Home Berita Sejak Tahun 1962 SMPK Detukeli Ende Tertatih-Tatih, Minus Listrik

Sejak Tahun 1962 SMPK Detukeli Ende Tertatih-Tatih, Minus Listrik

296
0
Crew Pers bersama Pelajar dan Guru SMPK Detukeli
Crew Pers bersama Pelajar dan Guru SMPK Detukeli

Focus Indonesia News – “Yayasan Persekolahan Lio Ende, SMP Swasta Katholik, Kecamatan Detukeli Ende (Flores-NTT), didirikan tanggal 10 Agustus 1962”, demikian tulisan papan leter sekolah yang terpampang pada ruas jalan masuk menuju SMPK Detukeli di wilayah Lio Utara Kabupaten Ende, Flores – Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam liputan Pers (13/9/2018).

“Sekolah ini adalah induk dan rahim untuk kategori Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kecamatan Detukeli. Sekolah ini sudah mencetak ratusan ribuan manusia yang diutus bagi nusa dan bangsa ini bahkan dunia. Kondisinya seperti ini. Kami sudah berjuang habis-habisan guna bisa mendapat perhatian tetapi ya, seperti saat ini rekan-rekan pers lihat sendiri. Secara bertahap dan baru bisa sampai di fase yang tampak ini. Semoga bisa mendapatkan perhatian secara lebih baik lagi kedepan”, tegas Kepala Sekolah SMPK Detukeli-Ende, Fransiskus Seto.

Dalam kesempatan yang sama, puluhan pelajar siswa-siswi SMPK Detukeli juga menyatakan duka mereka atas minimnya perhatian untuk sekolah mereka.

“Kami ini semua adalah anak asrama dan kami sudah kelas III SMP Detukeli. Kami juga sedih sekali karena kondisi kami seperti ini. Perpustakaan juga tidak ada. Listrik tidak ada sehingga kami belajar dengan pelita dan obor. Komputer ada beberapa unit untuk praktek tapi kami tidak tahu gunakan komputer sebab tidak ada listrik, jadi komputernya taruh begitu saja. Orang lain sudah bisa ujian online, kami di sini bisa apa. Tolong bantu dulu sekolah kami”, tutur pelajar Kelas III SMPK Detukeli, Monika Cristiana Dala, Adrianus Bayu dan kawan-kawannya.

Mereka berarap perhatian serius mulai tingkat Kabupaten, Provinsi secara khusus Gubernur NTT yang baru, Viktor Laiskodat bersama Yosep Nae Soi, serta pihak Kementerian untuk sektor Pendidikan Wilayah Tertinggal seperti Detukeli-Ende. (Red/)