Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: SIKAP POSESIF (Edisi XXVII)

Rambu Pernikahan: SIKAP POSESIF (Edisi XXVII)

75
0
Posesif
Ilustrasi: https://hellosehat.com

Banyak problem terjadi dalam sebuah relasi karena orang bersikap terlalu posesif atau merasa memiliki secara mutlak sehingga yang terjadi adalah overprotective, overcontrol, overjealous dan tidak rasional.

Sikap posesif akan membuat orang mudah cemburu dengan siapa saja, bahkan dengan keluarga dan teman-temannya, apalagi mantan. Dalil yang sering dipakai adalah rasa cinta yang mendalam dan tak ingin kehilangan. Padahal kedalaman cinta tidak diukur dari rasa cemburu. Kedalaman cinta diukur dari kemampuan untuk setia pada komitmen dan saling percaya.

Seorang yang posesif gampang mengancam untuk putus atau meninggalkan pasangan. Dia tidak lagi memperhatikan harga diri dan pengorbanan selama ini karena baginya, ‘cinta adalah seperti yang ia pikirkan dan rasakan.’ Hubungan yang dibangun bukan lagi hubungan yang sepadan, melainkan kasta, atasan-bawahan, boss-anak buah, komandan-prajurit.

Seorang yang posesif tidak yakin akan apa yang diperbuat atau dikatakan oleh pasangannya. Dia merasa tidak aman dalam menjalin hubungan dan mudah menuduh yang aneh-aneh. Untuk itu, tidak ada ruang privat, segala sesuatu harus diketahui dengan cara yang kadang memaksa.

Sikap posesif bukanlah cinta sejati. Cinta sejati berarti melepaskan, cinta yang membebaskan. Sikap posesif pertanda bahwa seorang belum memahami secara mendalam siapa pasangannya dan belum mengalahkan ego-nya sendiri.

Kebahagiaan tidak jatuh dari langit, tetapi ada pada usaha pribadi masing-masing dengan cara mengalahkan ego dan menjadi pribadi yang dibutuhkan oleh pasangan.
Satu yang pasti, orang yang kamu cintai akan selalu ada, memegang pundakmu dan berkata, ‘Engkau adalah sesuatu’.

Bahagia tidaknya perkawinan sangat tergantung pada Pilihan; Komitmen, Komunikasi dan Kerja Sama Anda berdua..

Seruput kopi…
Semoga bermanfaat…