Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Kayuhlah Bahtera Keluargamu Sampai Tujuan (Edisi XXX. Tamat)

Rambu Pernikahan: Kayuhlah Bahtera Keluargamu Sampai Tujuan (Edisi XXX. Tamat)

93
0
Ilustrasi: https://backpackerjakarta.com

Perkawinan adalah rahmat dan perjuangan. Perkawinan dikatakan rahmat dan perjuangan karena Allah sendiri yang mempersatukan seorang pria dan wanita dalam pernikahan. Ini adalah sebuah panggilan bagi suami dan isteri untuk membangun Kerajaan Allah dalam keluarganya. Tetapi serentak dengan itu perkawinan adalah perjuangan. Atau bahkan sebuah tantangan. Suami dan isteri harus setia satu sama lain dalam setiap musim kehidupan walau mereka mengalami dan menghadapi banyak tantangan.
Beberapa aspek yang amharus Anda sadari tentang hidup berkeluarga baik bagimu yang sudah berkeluarga maupun yang sedang dalam perjalanan menuju ke sana. Intinya ini merupakan refleksi bagi siapa saja.

Pertama, Perkawinan adalah sebuah komitmen dan kerjasama sama. Bukan sebaliknya persaingan antara suami dan isteri; siapa paling banyak berjasa, paling banyak berkorban, paling banyak mempunyai gaji. Hendaknya suami dan isteri menghindari perdebatan keluarga siapa dari kedua belah pihak yang paling banyak membantu.

Kedua, Perkawinan harus dibangun atas dasar kasih dan bukan yang lain. Keluarga yang dibangun atas dasar kasih akan bertahan selamanya karena kasih adalah kekuatan di atas segalanya. Kasih yang memberimu pengertian, kasih yang memberimu kesabaran, kasih yang memberimu kekuatan, kasih yang membebaskan dari rasa takut. Kasih akan memberimu penghiburan. Kasih akan mengajakmu bersikap positif. Kasih akan menuntunmu untuk lemah lembut. Kasih akan membuatmu bertahan kendati derita melanda dan bahkan kematian memisahkan.

Ketiga, Allah adalah pemrakarsa utama dalam pernikahan. Suami dan isteri harus betul menyadari di samping mereka berdua ada SOSOK lain yang sungguh campur tangan dalam pernikahan dan keluarga mereka. Allah selalu hadir dalam diri dan keluarga mareka.

Kayuhlah terus bahtera keluargamu walau badai menggoncang. Ingatlah selalu bahwa Anda berdua membangun rumah tangga bukan mau mencari kesempurnaan tetapi mencari kebahagiaan dengan keterbatas yang Anda miliki berdua. Anda mengayuh bahtera itu bukan juga terutama untuk mencapai sampai sekian puluh tahun atau pesta emas perkawinan tetapi bagaimana kamu berdua tetapi bersatu dalam suka dan semakin bersatu dalam duka. Bahagia dan penderitaan itu kamu rasakan bersama. Tawa dan seyum kamu kecap bersama. Senang dan susah kamu nikmati berdua. Jangan Anda terpisah dalam hal ini.
Doaku dan berkatku selalu buat Anda berdua.

Karena ini juga menjadi edisi penutup dari rangkaian Rambu Pernikahan maka saya menutup seluruh permenungan kita tentang Rambu Pernikahan ini dengan mengajak Anda sekalian berdoa bagi pasangan suami isteri.

DOA SUAMI-ISTRI

Allah, sumber cinta sejati, Engkau telah mempersatukan kami dalam ikatan perkawinan yang suci. Kami bersyukur atas segala pengalaman selama perjalanan perkawinan kami: atas segala suka dan duka; atas kebahagiaan dan penderitaan; atas untung dan malang; terlebih atas rahmat kesetiaan yang telah memungkinkan kami berpegang teguh pada ikrar perkawinan kami: berpadu dalam cinta.
(Kami bersyukur pula atas anak-anak yang Kau percayakan kepada kami).
Bantulah kami agar selalu setia satu sama lain; tak jemu-jemu mengusahakan kebahagiaan pasangan; tak enggan untuk saling berkorban; bersikap jujur, dan terbuka demi keutuhan keluarga; saling menopang bila menanggung beban; dan siap saling mengampuni bila suatu saat kami jatuh.
Semoga karena berkat-Mu kami saling menguatkan dalam menghadapi tantangan dan godaan yang mangancam keutuhan kami. Semoga dari hari ke hari perpaduan kasih kami semakin kuat, dan perkawinan kami sungguh menjadi sakramen kasih Kristus terhadap Gereja. Dan kelak, apabila tugas kami di dunia telah selesai, perkenankanlah kami berdua menikmati kebahagiaan abadi bersama-Mu.
Kami juga memohon berkat-Mu bagi semua pasangan suami istri, khususnya…… (isi sendiri)
Bimbinglah agar mereka berhasil menjadi pasangan bahagia.
Terlebih kami berdoa bagi suami istri yang sedang mengalami kegoncangan. Nyalakanlah kembali api kasih yang dulu mengobarkan semangat mereka untuk mengikrarkan janji perkawinan. Kuatkanlah mereka untuk mempertahankan keutuhan keluarga.
Kami unjukkan doa ini kepada-Mu, ya Bapa, demi Yesus Kristus junjungan dan teladan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

…T A M A T…