Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Intuisi Perempuan Sangat Tajam (Edisi XXIV)

Rambu Pernikahan: Intuisi Perempuan Sangat Tajam (Edisi XXIV)

372
0
Foto: http://in.sugoren.com

Perempuan suka terbuai dengan cumbu rayu, sentuhan, dan perhatian. Pria tahu itu dan memanfaatkannya. Pria pembohong sering memanfaatkan kebutuhan ini untuk menenteramkan isterinya dari kecurigaan perselingkuhannya.
Pikiran isteri lugu: “Dia sangat mencintaiku, dia tidak mungkin jatuh cinta pada yang lain”.
Pikiran suami licik: “Isteri saya LUGU dan IMUT (Idiot MUka Tanganga), jadi dibohongin juga gak bakalan tau..”

Wahai para perempuan, jangan bodoh….
Wahai para pria, jangan tertawa senang dulu….

Ketika dibohongi, bisa jadi isteri Anda akan diam atau mengangguk-angguk. Diam atau anggukannya bukan berarti percaya atau setuju, tetapi intuisinya sedang bicara secara otomatis.
Perempuan punya kemampuan intuitif untuk menganalisa situasi, kata-kata, nada suara, bahasa tubuh, tatapan mata, suhu badan, denyut jantung. Ia juga bisa mengaitkan setiap rangkaian peristiwa sebelumnya yang terasa aneh untuk memastikan bahwa ia sedang dihohongi atau tidak.
Jika ia gelisah, bad mood atau merasa tidak nyaman, maka ia tahu kalau ia sedang dibohongi.
Intusinya mendorongnya secara alami untuk menerima atau menolak.
Perempuan punya kemampuan untuk menilai dan punya insting untuk menyelamatkan diri: apakah orang itu setia atau pengkhianat, jujur atau bohong, bersahabat atau bermusuhan, berlaku baik atau berbahaya bagi dirinya.

Berhentilah berbohong!!! Kendalikan hati, pikiran, kehendak dan perasaanmu. Perkawinan menjadi tidak bahagia ketika ada ketidakjujuran diantara suami dan isteri karena masing-masing pribadi lepas control dan membiarkan kebahagiaan bersama hilang ditelan napsu dan keinginan pribadi.
Jika ingin relasi suami-istri semakin romantis, maka sentuhlah hati dan pikiran pasanganmu, sebelum kamu menyentuh tubuhnya. Sebab romantisme terdalam akan terbangun ketika sama-sama paham apa yang dibutuhkan, dirasakan dan dipikirkan oleh pasangan.
Perkawinan tidak selalu membuat orang bahagia. Tetapi orang dapat membuat perkawinannya bahagia.

Semoga bermanfaat….

Oleh: Mans Watun, CSSR