Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Godaan Sosial (Edisi XXIX)

Rambu Pernikahan: Godaan Sosial (Edisi XXIX)

92
0
Ilustrasi: https://meetdoctor.com

Masa kini, banyak godaan yang bisa membuat seseorang berselingkuh, apalagi kalau bertemu seseorang yang dirasa lebih pengertian dibandingkan pasangan. Perselingkuhan juga jadi lebih gampang sejak adanya sosial media. Banyak orang yang berselingkuh walau sebatas chatting di WA atau FB ataupun bertukar status twitter. Bahaya sekali bukan?

Menurut beberapa penelitian dan konsultasi, ada beberapa alasan mengapa orang selingkuh. Berikut ini kondisi dan alasannya:

Alasan istri selingkuh:

Pertama, rendah diri.
Istri yang merasa diri hanya sekadar ibu rumah tangga, penjaga rumah yang tidak menarik, tidak seksi, tidak cantik atau menggairahkan lagi bergulat dengan harga dirinya. Suami harus bisa meyakinkan istri agar tidak merasa rendah diri. Jika hal ini tidak didapatkan dari sang suami, maka ketika ada orang yang bisa membuat ia merasa berharga diri, pintu selingkuh mulai terbuka.

Kedua, istri yang ‘kelaparan’.
Tidak atau belum punya anak bisa menjadi tekanan bagi istri. Rasa lapar akan momongan bisa menjadi alasan. Romantisme dalam perkawinan menjadi hilang dan sentuhan-sentuhan pasangan menjadi hambar. Ia merasa ‘lapar’ karena sesuatu yang belum ia dapatkan.

Ketiga, istri marah.
Istri yang marah karena suaminya berselingkuh sulit menemukan jalan pulang. Kemarahannya bisa jadi dilampiaskan dengan berbuat hal yang sama, ‘Kejahatan dibalas dengan kejahatan’. Atau bisa jadi karena istri merasa disakiti, dihina atau dianggap rendah. Tidak ada hal yang mengejutkan atau lebih sadis daripada ketika istri memutuskan untuk melakukan hal yang sama.

Keempat, istri yang mencari kepuasan seksual.
Istri selingkuh karena membayangkan sensasi lain di luar pasangannya. Bisa saja ia mencintai suaminya, tak pernah terbayang olehnya untuk meninggalkan suami, tapi ia membutuhkan sensasi ekstra.

Kelima, isteri yang diabaikan atau disia-siakan.
Jika ia tidak mendapatkan kepuasan seksual dari sang suami, jangan kaget kalau ia keluar mencari di luar. Suami yang lebih suka menonton bola atau main kartu atau baca buku dari pada memperhatikan kebutuhan seksual istri, atau suami yang punya kecendrungan seksual yang menyimpang, yang tidak komunikatif dalam berhubungan atau cenderung menghukum sang istri, membuka peluang bagi istri untuk mencari ‘dukun’. Kondisi lain adalah istri yang menjanda atau ditinggal pergi suami untuk sementara (LDR) atau permanen merasa kesepian etc. Rasa masih berguna bisa jadi mendorongnya untuk membuktikan bahwa ia tidak pantas untuk diabaikan atau disia-siakan.

Seorang istri biasanya mencintai suami dengan sepenuh hati. Ia setia dengan pasangan. Tetapi ada saatnya, cinta sepenuh hati berubah menjadi setengah bahkan tanpa hati, kesetiaan berubah menjadi pengkhianatan, ketika ia berhadapan dengan beberapa situasi di atas.

Alasan suami selingkuh:

Pertama, pecandu seks.
Suami yang demikian biasanya tidak pernah puas dengan satu pasangan. Ia memiliki dorongan seksual yang liar. Seks menjadi mekanisme untuk mengatasi kecemasan, depresi dan masalah hidup lain. Orang yang hiperseks cenderung akan mencari seks di luar perkawinan.

Kedua, rendah diri dan ingin mendapat perhatian dari perempuan lain.
Laki-laki yang rendah diri dengan pasangan secara emosi atau fisik mudah selingkuh karena ia merasa ‘terjepit dilubang terdalam’.

Ketiga, ada suami yang selingkuh karena merasa itu bagian dari seni dan permainan hidup.
Suami yang begini tidak lagi peduli dengan pasangan. Ia tidak peduli kalau nanti ketahuan.

Keempat, suami ‘jatuh cinta’ dengan perempuan lain.
Sensasi ‘jatuh cinta’ mengacaukan logika, membutakan mata, menutup telinga sehingga apapun bisa dibuat demi cinta.

Kelima, suami yang pernah melihat ayahnya selingkuh dan terpatri dalam benak bahwa selingkuh adalah hal yang biasa dilakukan laki-laki.
Model suami ini biasanya jarang menghargai perempuan. Tidak hanya selingkuh, tapi juga sering menyalahkan istri, narsist, egois.

Keenam, karena perkawinan dalam masalah.
Ketika perkawinan bermasalah, perselingkuhan rawan terjadi dengan berbagai alasan. Suami mencari figure lain yang bisa menggantikan peran sang istri. Salah satunya mencari rasa aman, melampiaskan kemarahan dan tekananya.

Ketujuh, beberapa laki-laki selingkuh demi menghukum istri.
Cara terbaik untuk menyakiti istri adalah selingkuh. Biasanya laki-laki pengecut akan berbuat demikian.

Kedelapan, suami yang selingkuh karena kebetulan.
Sebenarnya ia tidak bermaksud untuk selingkuh tetapi terjebak dalam kesempatan atau suasana dan tiba-tiba terjadilah demikian. Ada juga yang tidak tahu alasan kenapa selingkuh, tapi tiba-tiba dorongan itu muncul.

Kesembilan, pengaruh uang, kuasa dan gaya hidup.
Kata orang, kesetiaan istri diuji saat suami tidak memiliki apa-apa, sementara kesetiaan suami diuji saat mereka memiliki segalanya.

Dan masih banyak alasan kenapa perselingkuhan itu terjadi. Tapi apapun alasannya, selingkuh adalah penyelewengan dan pengkhianatan terhadap pasangan.

Ingat!!!
Sebuah hubungan yang dijalankan dengan separuh bahkan tanpa hati, tak ada bedanya dengan sebuah kuburan. Di luar tampak indah, tetapi di dalamnya terasa busuk dan tidak nyaman.
Mengembalikan kepercayaan yang telah ternodai menuntut komitmen sepenuh hati dan kesadaran bahwa hati manusia mudah tergores.
Maka kata maaf selalu harus diikuti dengan komitmen yang jujur untuk mengembalikan kepingan hati yang telah hilang.

Seruput kopi…
Semoga bermanfaat…