Home Karya Puisi Nyanyian Ombak di Wae Sugi

Nyanyian Ombak di Wae Sugi

83
0
Pantai Wae Sugi
Photo: Pantai Wae Sugi

Di pantai ini tersimpan masa lalu
Ketika kami anak-anak lereng gunung
Belajar bercumbu dengan pantai
Bermain di pecahan ombak
Berlarian di batu hitam
Menikmati nyanyian ombak
Yang menyapa ramah: Mendekatlah!

Kami bercengkrama di pasir putih
Sambil menyaksikan deburan ombak
Yang membasuh batu-batu hitam
Seolah ia menyapa ramah: Mendekatlah!Mengajak kami untuk bermain cinta
Agar bila kami dapat menangkap makna
Ia akan memberikan nafas kehidupan

Nyanyian ombak di Wae Sugi
Masih terus dilantunkan
Meski ada jedah waktu panjang
Perpisahan anak kampung
Pada rahim tanah leluhurnya
Batu hitam setia memintal kisah
Bila anak tanah leluhur kembali
Menyapa: Apa kabar Wae Sugi?

Batu-batu hitam di pantai ini
Bukanlah deretan nisan kematian
Tetapi monumen yang menyimpan
Seluruh sejarah kehidupan
Anak kampung yang dilahirkan
Untuk menetap menjaga ladang
Atau pergi untuk waktu yang singkat
Bahkan mungkin tak pernah kembali

Nyanyian ombak di Wae Sugi
Menggores luka pada batin
Rebah pada kesetiaanmu
Sejengkal tanya mendekap jiwa
Adakah engkau akan pulang
Menghabiskan waktumu
Di kaki gunung atau di lereng gunung
Dan menulis apa artinya cinta?

Entahlah masih ada rasa itu
Karena jalan hidup terlalu lama
Berakar di tanah persinggahan
Tapi jika ada waktu pulang
Akan kubiarkan ujung kalam
Mencatat semua warisan keluhur
Dan memotret kebesaran semestanya.

Wae Sugi, 18 September 2018