Home Berita Ngada Tanpa Formasi CPNS, Dorothea Dhone Sesalkan Kinerja

Ngada Tanpa Formasi CPNS, Dorothea Dhone Sesalkan Kinerja

1314
0
Dorothea Dhone
Dorothea Dhone

Focus Indonesia News – Berbeda dengan Daerah Kabupaten lain, Tahun 2018 Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur lagi-lagi tidak mendapatkan kuota CPNS.

Hal ini dipicu oleh tidak adanya analisa beban kerja dan analisa jabatan untuk mendapatkan kuota kebutuhan pengisian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan baru di kabupaten Ngada dan atau sesuai kebutuhan daerah. Sementara angka kerja terdahulu sudah berkurang oleh sejumlah faktor termasuk usia pensiun, meninggal dunia dan faktor lainnya.

Rangkuman Redaksi, sejak kepemimpinan Bupati Marianus Sae dan Wakil Bupati Paulus Soliwoa, Kabupaten Ngada tidak melakukan pengusulan CPNS dan dampaknya tidak ada CPNS untuk Kabupaten Ngada.

Menanggapi kondisi ini, salah satu unsur Pimpinan DPRD Ngada, Dorothea Dhone menjawab wartawan (14/9/2018) menyatakan penyesalan sekaligus penegasan kebutuhan evaluasi terhadap kinerja pihak terkait yang menurutnya sudah memberikan kesan lalai melakukan tugas analisa beban kerja dan analisa jabatan di Kabupaten Ngada, jika dua hal ini adalah penyebabnya.

“Pertama saya batasi agar tidak terjebak pada pemikiran dan isu liar bahwa seolah-olah kita ini hanya mau bergantung pada CPNS. Masyarakat Ngada dan juga generasi muda angkatan kerja pun tidak berharap pada patokan demikian. Yang kedua, saya pikir banyak kalangan menyesali kejadian seperti ini. Soalnya pada kinerja. jadi Ngada butuh koreksi dan evaluasi tegas jika argumentasi ketiadaan CPNS akibat belum dilakukan analisa beban kerja dan analisa jabatan. Kalau demikian maka kinerja kita memang begini melorot terhadap tata kelolah kebutuhan daerah ini. Sungguh sangat disayangkan. Saya pikir patut evaluasi serius”, ungkap Dorothea Dhone.

Kepada redaksi (15/9/2018) Dorothea Dhone kembali mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, Kabupaten Ngada tidak memiliki kuota formasi CPNS Tahun 2018. Dia berharap Ngada tidak terus menerus diduga lalai dan ataupun alpa dalam memperhatikan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan dikerjakan dalam sistem tata kelolah daerah. (Red/)