Home Renungan Harian Missio – Perutusan

Missio – Perutusan

69
0
Mewartakan Kerajaan Allan
Ilustrasi: http://www.lusius-sinurat.com

Rabu, 26 September 2018
Pekan Biasa XXV
¤ Ams. 21:1-6,10-13
¤ Mzm. 119:29,72,89,101,104,163
¤ Luk 9:1-6
“Missio”
– Perutusan –

Inilah awal Gereja. Pesan dan ajaran Yesus bagi para muridNya ini juga menjadi pesan dan ajaran bagi seluruh anggota Gereja.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, para murid dalam perutusan-Nya diserahi tugas untuk memberitakan Injil kerajaan Allah, maka mereka diberi kuasa dan kemampuan untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit.
Adapun tiga pesan dan ajaran yang harus selalu kita ingat dalam melaksanakan tugas perutusanNya agar kita menjadi seperti Kristus sang pelayan sejati, antara lain:

1. Melayani
Yesus mengutus para muridNya untuk melayani semua orang seturut kehendakNya. Karenanya mereka diberi kuasa dan tenaga supaya mampu melaksanakan tugas perutusan yang diperintah-Nya yakni mengusir setan dan menyembuhkan penyakit.
Di sinilah kita diajak untuk senantiasa siap sedia melayani dengan menata sikap hidup yang berkenan bagi Tuhan dan menjaga kekudusan. Dengan demikian kita akan mampu melayani dengan taat dan setia sampai akhir.

2. Mewartakan
Yesus mengutus para muridNya untuk mewartakan misi utamaNya yakni memberitakan Injil kerajaan Allah, Keselamatan dari Allah. Tugas perutusanNya ini kita laksanakan hanya untuk membalas kebaikan Allah dengan cara menyenangkan hati Allah.
Di sinilah kita diajak mewartakan misiNya dengan penuh kerendahan hati, tulus dan ikhlas tanpa pamrih, membiarkan diri kita dibimbing dan dituntun oleh kuasaNya. Jangan pernah mencuri kemuliaan Tuhan dengan meninggikan diri kita pada saat sedang memberitakan Injil kerajaan Allah dan pada saat pelayanan doa penyembuhan, seakan-akan kita yang mempunyai kuasa menyembuhkan orang dan mengusir setan.

3. Mengandalkan
Yesus berpesan supaya para murid tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, termasuk bekal. Mereka harus sepenuh hati percaya dan mengandalkan pemeliharaan Allah yang mencukupkan segala keperluan, saat melakukan tugas perutusan sehingga mereka selalu terfokus pada tujuan utama tugas perutusan yaitu memberitakan Injil kerajaan Allah.
Di sinilah kita diajarkan, ketika kita melakukan tugas perutusan maupun pelayanan hendaknya mengosongkan diri dari segala kepentingan untuk kemuliaan diri sendiri, seperti demi memperoleh uang, demi mendapatkan pujian, demi mendapatkan bisnis dsb. melainkan sepenuhnya hanya demi menyenangkan hati Tuhan.
Saudaraku, kita harus tahu apa saja yang menyenangkan hati Tuhan dalam melaksanakan tugas perutusanNya. Karenanya, mari kita terus menjalin dan membangun relasi intim bersama Tuhan demi menjalankan tugas perutusan-Nya.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria yang senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam menjalankan tugas perutusanNya. Amin.