Home Berita Minus Penanganan, Produksi Ratusan Hektar Padi Persawahan Anaranda Ende Menurun

Minus Penanganan, Produksi Ratusan Hektar Padi Persawahan Anaranda Ende Menurun

192
0
Hamparan Persawahan Anaranda Kabupaten Ende
Hamparan Persawahan Anaranda Kabupaten Ende

Focus Indonesia News – Tidak maksimalnya sistem pengairan dari bendungan Lowo Rea di Wilayah Kecamatan Wewaria, Lio Utara Kabupaten Ende Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur telah berakibat langsung terhadap sektor pertanian masyarakat di wilayah setempat.

Berdasarkan data liputan lapangan Redaksi media ini di wilayah tersebut (16/9/2018), warga tani di daerah Anaranda dan Aegana mengaku produksi padi sawah mereka menurun jauh dari target maksimal 8 ton per hektar dibandingkan bila pelayanan pengairan berjalan normal. Saat ini data menunjukkan produksi padi hanya di kisaran 3 ton per hektar.

Tinjauan langsung Redaksi media ini di lapangan pada 16 September 2018 menuju titik bendungan Lowo Rea Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende, ditemukan pada titik lokasi Lowo Moa terdapat kerusakan parah saluran pengairan dari aliran bendungan Lowo Rea.

Nampak kerusakan parah saluran pengairan pada titik tersebut yang dibiarkan begitu saja.  Menurut pengakuan warga setempat maupun unsur pemerintah Desa tingkat terbawah, sudah bertahun-tahun lamanya kondisi tersebut dibiarkan begitu saja.

“Kami Petani minta keseriusan penanganan persoalan ini agar manfaat dari bendungan Lowo Rea bisa memberikan keuntungan besar bagi masyarakat di wiilayah sekitar sini dan juga secara umum bisa ikut mengangkat Kabupaten Ende dari sisi produksi padi daerah. Sangat disayangkan jika tidak ada pihak yang mau melihat permasalahan ini dan mengambil sikap serius untuk menanganinya”, tegas Fransiskus Seda dan warga tani setempat. (Red/)