Home Renungan Harian Maria Dolorosa – Maria Berdukacita

Maria Dolorosa – Maria Berdukacita

142
0

Sabtu, 15 September 2018
Pekan Biasa XXIII
PW. Bunda Maria Berdukacita
1Kor. 15:1-11
Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16, 20
Yoh 19:25-27
Maria Dolorosa
Maria Berdukacita

Inilah misteri harapan dalam duka derita Bunda Maria dengan hati keibuannya yang penuh kasih menanggung penderitaan bersama korban putra yang dilahirkannya. Perjuangannya dimulai saat persetujuan atas keikutsertaannya dalam karya penebusan.
Pada hari ini Gereja Katolik memperingati Bunda Maria Berdukacita yang menitikberatkan pada dukacita dan sengsaranya selama menjadi Bunda Kristus. Menurut tradisi Gereja, dukacita Bunda Maria meliputi tujuh peristiwa.

Adapun tujuh dukacita Bunda Maria tersebut, antara lain:
1. Yesus diramal Simeon
2. Yesus dilarikan ke Mesir
3. Yesus hilang di Yerusalem
4. Yesus di jalan salib
5. Yesus wafat di kayu salib
6. Yesus diturunkan dari kayu salib
7. Yesus dimakamkan
Peringatan wajib Bunda Maria Berdukacita ini memiliki dua makna bagi kita, antara lain:

1. Penghormatan
Kalau kita perhatikan tema dan isi dari tujuh peristiwa dukacita Bunda Maria ini, sesungguhnya lebih terfokus pada Yesus Puteranya. Bunda Maria berdukacita dalam hubungannya dengan penderitaan Yesus.
Di sinilah makna penghormatan kepada Bunda Maria karena ia memiliki andil besar bagi rencana keselamatan Allah. Melalui Bunda Maria keselamatan Allah hadir di dunia.

2. Teladan
Bunda Maria menjadi teladan iman bagi kita karena ketaatan dan kesetiaan mewujudkan janjinya kepada Tuhan: “Jadilah padaku menurut perkataanMu.” Seluruh hidupnya ia persembahkan untuk mewujudkan janjinya dengan hadir di dalam hidup Yesus sampai tuntas. Sekalipun duka derita menghadang, ia tidak lari tapi menghadapi semuanya itu dengan sikap berserah kepada Tuhan.
Di sinilah kita diajak untuk meneladani iman Bunda Maria, terutama ketika kita mengalami penderitaan dan kemalangan dengan tekun berdoa: “Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin” Doa ini selalu kita ucapkan dengan penuh harapan karena kita yakin bahwa Bunda Maria sudah mendampingi Yesus Puteranya sampai tuntas, demikian ia juga akan melakukan hal yang sama kepada kita. Dia berduka supaya kita memperoleh keselamatan.
Saudaraku, dukacita merupakan pengalaman yang ingin selalu dihindari setiap manusia. Kita sepatutnya belajar dari Bunda Maria, yang selalu menanggung penderitaan dalam iman, harapan dan kasih. Tiga kebajikan teologal ini merupakan dasar yang kokoh bagi kita dalam mengarungi kehidupan yang selalu dihantui oleh penderitaan. Bunda Maria tabah dan sabar sampai akhir karena dia menyandarkan hidupnya pada iman, harapan dan kasih akan Allah.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria berdukacita senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berjuang untuk tetap taat-setia seperti Maria. Amin.