Home Berita KOMPAK NTT Desak KPK Bongkar Dugaan Korupsi-Gratifikasi Di Ende

KOMPAK NTT Desak KPK Bongkar Dugaan Korupsi-Gratifikasi Di Ende

580
0

Jakarta, Focus Indonesia News – Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Nusa Tenggara Timur melalui Koordinator KOMPAK, Gabriel Goa mengeluarkan sikap kajian kritis dan desakan penanganan terhadap sejumlah dugaan perbuatan korupsi di Kabupaten Ende.

Rilis resmi penegasan KOMPAK NTT dikeluarkan di Jakarta (10/9/2018) dan diterima Redaksi pada hari yang sama dan diberitakan. Menurut Koordinator KOMPAK NTT, Gabriel Goa, penegasan sikap dan desakan dikeluarkannya sikap ini guna menciptakan azas kepastian hukum dalam bertatakelolah pembangunan, dari pada berwacana anti korupsi tanpa melakukan penanganan dan ataupun kasus-kasus hanya sejauh berjalan di tempat.

“Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Ende, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Nusa Tenggara Timur mendesak KPK RI untuk segera bertindak”, tegas Koordinator KOMPAK NTT Gabriel Goa.

Selain itu, KOMPAK NTT juga mengingatkan sekaligus mendesak Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Ende untuk segera memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat atas Dugaan Tindak Pidana Gratifikasi yang sedang ditangani Polres Ende namun tertatih-tatih.

Apabila Polres Ende mengalami beban psikologis yang berat untuk tangani kasus tersebut, lanjut Koordinator KOMPAK NTT, maka Polres Ende bisa minta supervisi atau diserahkan penanganan kasusnya langsung oleh KPK RI.

Berikutnya ditegaskan, KOMPAK NTT mendesak KPK RI untuk segera mengambilalih penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Sikka, Lembata dan NTT yang terkesan kuat dibiarkan tanpa adanya Kepastian Hukum.

“Korupsi adalah Pelanggaran Ham Berat karena telah merampas Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Masyarakat”, tutup Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya dikabarkan, KPK mendatangi gedung DPRD kota Ende; kasus gratifikasi DPRD potensial dibidik. Menyusul, TPDI menyerukan KPK RI agar mengambilalih penanganan kasus dugaan korupsi dan kasus gratifikasi di Kabupaten Ende, Flores-NTT. (Tim – / Red)