Home Artikel Kemah Literasi Sains Simpasio Institute

Kemah Literasi Sains Simpasio Institute

193
0
Simpasio Institut
Foto: Annie Hallan

Simpasio Institute adalah suatu lembaga Arsip dan Kajian Sosial-Budaya Flores timur. Salah satu program dari Simpasio Institute adalah Perpustakaan dan taman baca Serambi Pustaka Simpasio Institute. Taman baca ini menghimpun anak-anak dalam berbagai kegiatan kreasi anak. Lembaga ini sangat peduli terhadap nasib anak bangsa, sehingga banyak sekali melibatkan anak muda dalam semua agenda kegiatannya. Eda Tukan selaku pimpinan harian Simpasio Istitute mengatakan bahwa “anak adalah harapan bangsa, maka anak harus dibimbing mengikuti kegiatan positif demi tumbuh kembangnya”.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan beberapa hari lalu adalah Kemah Literasi Sains yang dikoordinasi oleh Is Metikores. Kemah Literasi Sains adalah suatu kegiatan yang mengajak anak-anak usia SD untuk lebih peka terhadap alam dan lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Eda Tukan mengatakan bahwa Simpasio Institute mengadakan kegiatan Kemah Sains dengan tujuan menjelajah Ibu bumi untuk memperkenalkan alam pada anak sejak usia dini, sehingga tidak ada yang terputus dalam proses tumbuh kembang anak. Kegiatan yang berlangsung pada 15 dan 16 September 2018 ini berpusat di halaman Simpasio Institute Kelurahan Sarotari Tengah dan diikuti oleh 26 peserta dari kelas 1 sampai kelas 6 SD dan 2 peserta BATITA yang dipercayakan orang tua untuk mengikuti kegiatan ini atas nama Raya dan Junior.

Kegiatan ini dimulai pada hari sabtu 15 September dengan diawali pembuatan tenda untuk menginap. Anak-anak diwajibkan menginap semalam di dalam tenda, hal ini sangat menyenangkan bagi anak-anak seusia mereka, mengingat mereka bisa tidur di luar rumah tanpa awasan orang tua.

Setelah selesai mendirikan tenda yang dibimbing oleh Atmo Lein dan Hans Koten, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan anggota yang dipandu oleh Annie Hallan. Peserta kemah yang terhimpun dari anak-anak se-kota Larantuka yang mana sebelumnya tidak saling mengenal, diharuskan memperkenalkan diri dan mencaritahu nama teman-teman mereka. Kegiatan berlanjut dengan permainan edukatif “botol berlubang” dan tebak-tebakan tanggal lahir yang masih dipandu oleh Annie Hallan. Permainan edukatif ini sangat merangsang nalar anak dalam bereksperimen dan mencari  solusi dari masalah yang ditampilkan berdasarkaan logika mereka.

Kegiatan  berlanjut dengan penugasan gambar bercerita dipandu oleh Raty Lamawuran dan Atmo Lein. Anak-anak diminta untuk mengambil satu gambar yang disiapkan dan menjelaskan gambar berdasarkan apa yang diamati. Gambar yang disiapkan adalah gambar wajah kota Larantuka yang diambil oleh Tim Kreatif Simpasio.

Kegiatan berlanjut dengan makan malam spesial yang disiapkan oleh Sisil Tukan dan Epy. Di sini anak dilatih untuk disiplin dan mandiri. Anak SD dilatih untuk makan, mencuri peralatan makan dan menyiapkan kebutuhan pribadi secara mandiri. Setelah itu dilanjutkan dengan “Dongeng Ekologi” yang disampaikan oleh “Bibi Dongeng” Oni Tukan.

Tampak anak-anak sangat mencermati isi dongeng yang dibawakan. Selanjutnya Raty Lamawuran membawa mereka dalam acara Api Unggun serta menulis hal baik dan hal buruk. Hal buruk dibakar bersama nyala api unggun dan hal baik dibawa pulang menjadi buah tangan untuk orang tua. Sebelum tidur peserta berdoa bersama dan mengucapkan selamat malam.

Hari kedua penuh semangat. Peserta sudah harus bangun pada pukul lima pagi dan dipandu Ronald Patty Diaz dan Frank Nalele untuk melakukan jalan santai menuju kebun Susteran Weri. Di sana peserta melakukan penelitian tentang tumbuhan yang ada di sana. Anak-anak sangat menikmati kegiatan tersebut sambal mengamati, mencaritahu, dan membahas apa yang mereka temukan.

Kekompakan sangat terjaga. Di sini mereka dipandu Eda Tukan dan dibantu beberapa mentor sesuai kelompok masing-masing. Karena keasyikan mereka lupa kalau waktu penelitian berakhir.

Selanjutnya peserta diarahkan ke taman dan duduk santai menyantap makanan ringan. Rasa lelah tidak mengurangi semangat mereka untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Presentasi berjalan aman dan semua peserta berlomba-lomba menunjukaan hasil penelitiannya.

Selanjutnya, setelah selesai mempresentasikan hasil temuan, anak-anak diajak untuk beribadah bersama di Kapela Susteran PRR Weri.

Agenda selanjutnya mengambil tempat di Pantai Asam Satu Weri di mana peserta kembali diajak berjalan santai menuju ke pantai dan bermain-main menikmati teriknya mentari pagi di Pantai berpasir putih ini.

Rasa lelah tidak memudarkan semangat mereka hari ini. Makan siang pun terasa lebih nikmat karena ditemani angin pantai yang membuat mata mulai meredup. Canda dan tawa kian menggelegar menambah maraknya suasana siang itu.

Setelah istirahat sejenak Atmo Lein dan para mentor kembali mengarahkan peserta membuat kreasi pantai, daun-daun kering yang dipilih dari kegiatan penelitian di kebun susteran weri di jadikan Kolase besar. Selain itu, mereka membuat kerajian dari bahan bekas untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Peserta sangat antusias dalam mengerjakan karya-karya mereka. Sebelum mengakhiri kegiatan ini,   Eda Tukan selaku Pimpinan harian Simpasio Institute memberikan hadiah kepada peserta terbaik, terkreatif, dan teraktif dalam kegiatan ini. Peserta pun diantar kembali ke area perkemahan, dan selanjutnya dijemput oleh orang tua masing-masing.

Kegiatan Kemah Literasi Sains ini mendulang komentar manis dari semua orang tua peserta. Mereka sangat mendukung dan berterima kasih kepada Simpasio Institut karena dengan adanya kegiatan ini banyak hal positif yang didapati anak mereka. Hal ini terbukti dengan beberapa komentar orang tua pada postingan kegiatan Kemah Literasi Sains di medsos.

Parchrisilia Eka Putri menuliskan “Saya sebagai orang tua Ocean merasa senang dan berharap penuh untuk Institute Simpasio, si penjaga mimpi bagi anak Larantuka tetap menjadi tempat yang indah dan nyaman di hati anak, dan selalu aktif membangun semangat edukasi dalam dunia anak yang ceria dan penuh percaya diri. Terima kasih buat semua kakak yang mencurahkan semua tenaga, waktunya untuk Institute Simpasio, tetap semangat, tetal kreatif memajukan anak-anak Simpasio”.

Magdalena Greta Gaffar menuliskan, “Makasih banyak kaka-kaka semua dan tetap semangat”. Uchen Diaz menuliskan, “Makasih banyak, Tasya bale cerita te abi-abi tega senang ngeri”.

Annie Tukan juga mengungkapkan rasa puas karena kegiatan ini sementara Maria Kleden mengungkapkan Proficiat untuk Simpasio Institute karena bisa merubah anaknya menjadi lebih baik. Selain orang tua peserta kegiatan, komentar manis juga didapat dari warga kota Larantuka yang melihat foto-foto yang diposting di medsos. Tyka Koten dan Emy Kabelen yang mendaftar sebagai relawan kali ini juga mengungkapkan rasa bangga karena bisa menjadi bagian dalam kegian Simpasio Institute.

Dalam postingannya di Medsos Eda Tukan menuliskan terima kasih bagi semua pihak yang membantu dan menuliskan rasa bangganya atas suksesnya kegiatan ini, Eda mengatakan “Kalau yang lain gagal move on sama mantan, saya malah gagal move on sama acara ini, gagal move on sama semangat belajar adik-adik, tetap sama-sama dan saling jaga, rajut mimpi dan menjadikannya nyata”.

Atmo Lein juga mengatakan “Walau kami berbeda pandangan tetapi kami punya satu tujuan yang sama”, dan tak lupa Annie Hallan mengatakan, “Kami selalu saling mengingatkan untuk berada pada Surga yang sama, Kami selalu percaya Jika kami melakukan semuanya dengan niat yang tulus pasti banyak orang baik yang membantu menyukseskan niat baik kami”.