Home Artikel Jagung Titi – Festival Seni Kampung Wulublolong

Jagung Titi – Festival Seni Kampung Wulublolong

145
0

Jagung adalah salah satu makanan pokok masyarakat Kabupaten Flores timur, Kabupaten di ujung timur pulau Flores. Salah satu olahan jagung yang sangat diminati banyak orang adalah Jagung titi dalam bahasa daerah di sebut wata’ kenae’ , wata’ biti’ atau wata’ ketani.

Makanan ini terbuat dari Jagung yang diolah khusus dengan peralatan sederhana. Proses pembuatan jagung titi banyak kita jumpai di berbagai tempat di Flores timur. Prosesnya pun masih terbilang sangat sederhana. Biasanya jagung yang digunakan berasal dari hasil ladang mereka sendiri.

Dahulu kala Wanita lamaholot (sebutan untuk Flores timur pada umumnya) mengolah Jagung tersebut sebagai makanan pokok dalam rumah pengganti nasi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Namun sekarang jagung titi hanya dijadikan cemilan menemani segelas kopi/teh untuk bersantai melepas lelah atau pun berkumpul bersama keluarga.

Banyak orang luar yang berkunjung ke Flores Timur penasaran dengan Jagung titi, sehingga Jagung titi menjadi pilihan pertama buah tangan mereka untuk dibawa pulang.

Proses pembuatan jagung titi dimulai dengan memisahkan jagung dari batang biji (tongkol) atau yang oleh masyarakat Flores timur disebut Luruh/Loru jagung, dalam bahasa lamaholot (Pua’ wata). Setelah itu biji jagung akan digoreng tanpa minyak (sangrai) di wajan yang terbuat dari tanah liat (tembikar), dengan tujuan agar proses matangnya jagung lebih lambat dan merata.

Setelah jagung dianggap mulai matang, jagung diambil dari wajan itu menggunakan tangan dan diletakan di batu khusus yang permukaannya berbentuk pipih (wato ina’) dan dititi/ditumbuk menggunakan batu kecil yang berbentuk bulat agak pipih di salah satu permukaannya (wato ana’). Jagung dititi/ditumbuk dalam keadaan masih panas agar tidak hancur. Hasilnya menyerupai emping yang siap makan.

Proses titi atau tumbuk jagung membutuhkan keterampilan khusus dan insting yang bagus oleh wanita Lamaholot. Biasanya dilakukan hanya dalam sekali tumbuk dan jagung langsung berbentuk ceper/pipih.

Ddalam proses pembuatannya, wanita Lamaholot mendendangkan lagu-lagu dalam bahasa daerah sebagai penghibur dan penyemangat kerja.

Untuk rasanya, banyak pengusaha kuliner yang sudah menambahkan beberapa variasi rasa, tetapi rasa original tetap dijual dan lebih banyak peminatnya.

Untuk masyarakat Flores Timur cara menikmati jagung titi pun bervariasi, tergantung selera. Ada yang langsung dimakan layaknya kerupuk, ada yang direndam dalam minumannya baik teh ataupun kopi, setelah lunak baru dimakan menggunakan sendok.

Jagung titi akan sangat dirindukan apabila orang Flores Timur merantau ke tanah orang. Selain Flores timur Jagung titi juga bisa dijumpai di tanah Alor dan Lembata.

Editor: Hans Hallan
Video: Diambil dari Facebook Bupati Flores Timur pada acara Festival Seni Kampung Wulublolong dan diunggah ke Youtube untuk memudahkan disertakan dalam tulisan.