Home Serba-serbi Foto dan Kisah Terakhir Wartawan Jhon Direnggut Serangan Jantung

Foto dan Kisah Terakhir Wartawan Jhon Direnggut Serangan Jantung

1208
0
Almarhum Wartawan Jhon Suku

“Jurnalis itu telah pergi tetapi Karya, Cahaya Pena dan Cintanya selalu Hidup untuk Peradaban Dunia”.

Focus Indonesia News – Duka pelepasan kepergian untuk selamanya, mantan Wartawan Harian Umum Flores Pos Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Suku meninggalkan secuil riwayat yang dikisahkan oleh Isteri dan Anak-Anaknya.

Kepada para wartawan dan rekan-rekan kerja almarhum Yohanes Suku yang hadir mengikuti penghormatan terakhir di rumah duka Boawae Kabupaten Nagekeo Pulau Flores, sepenggal kisah bagian terakhir serta petikan singkat riwayat medis dikisahkan seperti dikutip redaksi.

Yohanes Suku yang lazim disapa Wartawan Jhon Suku mulanya berangkat ke Kota Kupang dari Pulau Flores dengan satu agenda special yakni menemani puteranya yang sedang mengikuti tes masuk Anggota Polri.

Untuk sang anak, wartawan Jhon rela bayar inde kost di Kota Kupang bersama cintanya yang besar untuk mendukung secara langsung dan mengawal proses ujian serta rangkaian tes masuk Anggota Polri sang putera kandung di Kota Kupang.

Dukungan sang ayah, almarhum wartawan Jhon tidak sia-sia. Sang Putera pun akhirnya lulus dengan nilai terbaik pada letingnya dan seterusnya bersiap mengikuti tugas pendidikan Anggota Polri.

Kabar kelulusan sang putra disampaikannya kepada salah satu rekan wartawan Flores Pos, Wim de Rosari, salah satu peliput di Kabupaten Ngada. Almarhum mendesak Wim De Rosari berangkat ke Kupang untuk merayakan kebahagiaan itu.

Permintaannya dipenuhi sang kawan, Wim De Rorasi lalu keduanya bersua di Kota Kupang bersama keluarga almarhum. Selanjutnya bersama-sama merayakan kebahagiaan. Usai acara wartawan Wim De Rosari kembali lagi ke Pulau Flores untuk bertugas, sedangkan Jhon masih di Kota Kupang menemani tahapan lanjutan sang putera.

Namun, rencana Tuhan berkata lain. Almarhum wartawan Jhon Suku diserang sakit jantung dan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang-NTT.

Berdasarkan kisah keluarga duka dan isteri yang ditinggalkan, almarhum dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang lalu dinyatakan membaik.

Atas rekomendasi medis, almarhum pun keluar dari rumah sakit lalu kembali ke rumah keluarga di Kupang. Keesokan harinya almarhum wartawan Jhon pamitan menuju tempat pemangkasan rambut.

Pasalnya, tidak seperti biasanya, saat itu rambutnya dipangkas lebih pendek dibanding kebiasaan sebelumnya. Sepulangnya ke rumah, almarhum masih sempat melepas canda tawa bersama keluarga, anak dan isterinya.

Namun, beberapa jam usai kebersamaan itu, saat makan, masih dalam situasi santai dan makan almarhum berdiri dan tiba-tiba jatuh dan langsung tidak sadarkan diri. Dalam kalut pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit Siloam tempat rawat medis sebelumnya, namun nyawa wartawan Jhon Suku tidak tertolong, medis memastikan beliau telah meninggal dunia.

Menurut keluarga duka dan isteri dari almarhum, beberapa tahun sebelumnya, almarhum sudah terdeteksi gangguan jantung membengkak dan disarankan untuk berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol, mengurangi kopi dan rokok sebab berakibat pada gangguan jantung. Demikian riwayat medis atas kondisi almarhum.

Sementara kisah haru lainnya bertulis air mata penuh keharuan. Putera tercintanya yang baru saja lolos Anggota Polri dan sedang dalam masa bersiap menuju tempat pendidikan, terhadap kematian mendadak sang ayah, hanya mempunyai waktu dua jam bisa bertemu sang ayah yang sudah berbaring kaku, untuk selamanya berpisah.

Sang ayah diberangkatkan menuju Flores dan sang anak sesuai aturan dan ketentuan, harus berpamitan menuju tempat pendidikan sebagai Anggota Polri. Ya, tempat pendidikan yang sangat gigih diperjuangkan oleh sang ayah dengan penuh cinta. Yang telah bersama-sama diperjuangkan oleh sang ayah, wartawan Jhon Suku, kisah perjuangan bersama Anaknya di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur dan menuai hasil lulus Anggota Polri.

Dikabarkan media ini, duka kepergian sangat mengharukan, mantan Wartawan Harian Umum Flores Pos – Nusa Tenggara Timur, Yohanes Suku atas serangan jantung yang menimpanya di Kota Kupang hingga menghembuskan nafas terakhir, menoreh kisah pelepasan pemakaman berlangsung di tanah kelahiran almarhum, Boawae Kabupaten Nagekeo, Flores (19/9/2018).

Selamat Jalan Wartawan Jhon Suku. Kasih Tuhan menyambut mu untuk peristirahatan abadi bersama Kemuliaan Allah sesuai amal bhakti di dunia. Duka, tangis dalam do’a. (Red/)