Home Renungan Harian Efata – Terbukalah!

Efata – Terbukalah!

339
0

[06:59, 9/9/2018] Richard Pasang, SVD: Minggu, 09 September 2018
Pekan Biasa XXIII
¤ Yes 35:4-7a
¤ Mzm 146:7,8-9a,9bc-10
¤ Yak 2:1-5
¤ Mrk 7:31-37
“Efata”
– Terbukalah! –

Inilah inti dari doa penyembuhan yang Yesus lakukan bagi orang yang tuli dan bisu. Dia melakukan hal-hal yang sangat manusiawi dan sangat personal dengan menyentuh orang bisu dan tuli itu.
Mengacu pada inti bacaan Injil hari ini, Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Adapun pesan Yesus dalam bacaan Injil hari ini yang dapat kita maknai, antara lain:

1. Penyembuhan
Yesus menyembuhkan orang bisu dan tuli. Orang bisu dan tuli tidak dapat mendengar suara dan mengungkapkan gagasan dan perasaannya kepada orang lain secara normal. Ia sulit mengekspresikan diri sebagai manusia yang penuh. Orang yang disembuhkan pasti sangat bergembira karena ia mulai dapat mendengar dan berbicara serta berkomunikasi dengan orang lain. Ia dapat lebih mengekspresikan diri secara baik. Ia telah dimanusiawikan dan diangkat derajatnya oleh Yesus.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa kita terkadang juga mengalami ‘bisu dan tuli’. Kita ‘bisu dan tuli’ terhadap sesama. Kita tidak mendengar jeritan sesama yang membutuhkan perhatian dan pertolongan kita. Mata hati kita seringkali tertutup dan tuli terhadap sabda Tuhan sendiri yang mau menyapa kita. Tuhan yang mendekati kita dengan Sabda-Nya dan mau membahagiakan kita, tidak kita dengarkan. Kadang kita juga bisu terhadap Tuhan, tidak dapat menjawab sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita. Hati kita tertutup bagi Tuhan, bagi kasih Tuhan yang mau menyelamatkan kita. Itulah sebabnya, mengapa kita sering merasa tidak bahagia, tidak damai, tidak gembira.

2. Penyelamatan
Kebaikan Allah adalah kebaikan universal. Artinya kebaikan Allah dan karya keselamatan-Nya adalah untuk keselamatan seluruh umat manusia. Karena itu penting sekali umat yang percaya kepada Allah dengan memberi diri untuk dibimbing oleh kebaikan Allah yang universal dan mewartakannya lewat perbuatan dan perkataan persis seperti yang dimaksudkan-Nya. Sangatlah aneh jika kebaikan Allah itu diklaim hanya untuk diri sendiri atau kelompok sendiri.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari ketidakdewasaan dalam beriman sehingga secara tidak sadar dijadikan patokan untuk mengklaim secara sepihak kemurahan hati Tuhan yang universal itu. Kita bukan percaya dan hidup seperti Tuhan tetapi membuat Tuhan menjadi ‘kerdil’ seperti ke-egois-an diri dan pola berpikir kita yang sempit.
Saudaraku, kita sebagai orang beriman harus mewartakan kasih Yesus kepada siapa saja, terutama terhadap yang kecil dan berkebutuhan khusus. Adalah salah dan berdosa jika kita membatasi kebaikan Tuhan seolah-olah kebaikan Tuhan itu hanya untuk diri kita sendiri padahal kebaikan Tuhan itu universal.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senatiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Richard Pasang, SVD: Karakteristik keselamatan dari Allah adalah keselamatan universal. Keselamatan diperuntukan kepada siapa saja. Entahkan dia itu kaya ato miskin, memiliki jabatan atau tak punya jabatan, miliki pekerjaan layak atau tdk dlll. Keselamatan Allah tanpa diskriminasi! Tetapi, Tuhan meminta kita semua pada tingkat apa saja untuk, “Effatha” -Terbukalah! Membuka, melihat, merefeleksikan: siapakah aku dan dimana solidaritas konkret bagi sesamaku yg ada di sekitar aku? Apkah “telinga”anda msh baik untuk mendengar bisikan suara Tuhan dlm dirimu? Apakah “mata”añda masih melihat diri anda dg jelas? Kwtika anda mampu melihat diri anda dg jelas….pda saat yg smaa anda bisa mempwrkuat frekuensi kepekaan solidermu kepada sesama! Salamku buatmu semua! Mat hari minggu untukmu semua! GBU!

Rikard Pasang,SVD