Home Renungan Harian Duc in Altum – Bertolaklah ke tempat yang dalam

Duc in Altum – Bertolaklah ke tempat yang dalam

811
0
Ilustrasi: sesawi.net

Kamis, 06 September 2018
Pekan Biasa XXII
¤ 1Kor 3:18-23
¤ Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6
¤ Luk 5:1-11
“Duc in Altum”

– Bertolaklah ke tempat yang dalam –
Simon yang kecewa karena semalaman tidak mendapatkan ikan. Yesus meminta Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam (duc in altum) dan menebarkan jala untuk menangkap ikan. Simon memang sempat menawar karena ia merasa bahwa ia telah bekerja keras sepanjang malam dan tidak mendapat ikan. Simon adalah orang pantai yang ahli dalam menangkap ikan. Namun demikian Simon memutuskan untuk tobat, taat dan rendah hati kepada perintah Yesus. Ketaatan dan kerendahan hati Simon itulah yang akhirnya menghasilkan mukjizat banyaknya ikan yang ditangkap.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini kita dapat belajar banyak hal dari sikap Simon, antara lain:

1. Tobat
Kita diingatkan oleh Yesus untuk selalu bertolak ke tempat yang dalam, yakni senantiasa bertobat. Dengan semangat “Duc in Altum” ~ bertolak ke tempat lebih dalam ~ kita akan mempunyai kekayaan wawasan, pengetahuan, sukacita dan damai sejahtera.
Di sinilah Yesus mengajak kita untuk selalu berusaha menjadi lebih dalam seluruh aspek hidup kita dengan bertobat. Kita dipanggil untuk menjadi lebih baik, lebih suci, lebih murah hati, lebih mencintai Tuhan dan sebagainya. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menjadi yang biasa-biasa saja tapi menjadi anak-anak Allah.

2. Taat
Dari Simon kita belajar taat pada perintah Tuhan. Ke-taat-an Simon, mendatangkan berkat melimpah.
Di sinilah kita diajak untuk belajar taat dan hanya mengandalkan kasih karunia Allah, maka Tuhan akan memampukan kita menunaikan tugas yang dipercayakan kepada kita. Ketaatan kita kepada Tuhan, akhirnya akan menjadi berkat juga bagi kehidupan kita dan sesama.

3. Rendah hati
Dari Simon kita belajar untuk rendah hati, merasa tidak pantas di hadapan Allah. Sekalipun mukjizat terjadi, Simon justru merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Mukjizat hebat itu, bukan kehebatannya melainkan karena kehebatan Tuhan.
Di sinilah kita diingatkan bahwa karya-karya hebat kita bukan karena semata kehebatan kita, melainkan karena rahmat Allah. Simon memberi contoh kepada kita untuk senantiasa rendah hati di hadapan Allah.
Sungguh, apapun panggilan hidup kita, sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, dengan sikap tobat, taat pada perintah-Nya dan rendah hati mengandalkan kerahiman-Nya. Agar dengan demikian, Tuhan memampukan kita melakukan tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita dan mendatangkan buah yang melimpah seturut kehendak-Nya.
Saudaraku, semoga Tuhan memberi kita hikmat kebijaksanaan, agar kita tidak membatasi diri pada kehendak dan rencana diri sendiri namun pada kehendak dan rencana Tuhan. Agar Tuhan dapat berkarya melalui kita, untuk turut mendatangkan buah keselamatan bagi banyak orang.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang senantiasa berjuang untuk memiliki sikap tobat, taat dan rendah hati sehingga pada akhirnya berbuahkan keselamatan. Amin.

Oleh: Richard Pasang, SVD

Rikard Pasang,SVD