Home Berita Diduga Petieskan Kematian Mahasiswa Asal Ngada, Unika Siap Demo Besar

Diduga Petieskan Kematian Mahasiswa Asal Ngada, Unika Siap Demo Besar

4557
0

Focus Indonesia News – Diterima Redaksi  Media ini (5/9/2018), Forum Peduli Kemanusiaan di bawah penanggung jawab (Pastor) RD. Hironimus Pakaenoni, Pr, Dekan Fakultas Filsafat UNIKA Kupang, Nusa Tenggara Timur memastikan turun ke jalan guna mendesak Polri, dalam hal ini Polda Nusa Tenggara Timur agar tidak bertele-tele dalam mengungkap tuntas kasus pembunuhan mahasiswa asal Ngada Carolino Agustino Sowo beserta aktor intelektualnya.

Penegasan ini dikeluarkan melalui Undangan Terbuka usai penantian panjang perkara berjalan di tempat dan hanya berisikan teka-teki bagi klahayak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berikut ini Undangan Terbuka oleh Forum Peduli Kemanusiaan, dengan penanggung jawab (Pastor) RD Hironimus Pakaenoni, Pr, Dekan Fakultas Filsafat UNIKA Kupang, Nusa Tenggara Timur.

UNDANGAN TERBUKA, Perihal: Pemberitahuan Aksi Unjuk Rasa Damai. Kepada Yth. Seluruh Pihak Pemerhati Kebenaran Dan Keadilan di mana saja Dengan hormat.

Sehubungan dengan kasus kematian yang dialami Saudara kami Almarhum Carolino Agustino Sowo (Charli Sowo/Lali Sowo) Mahasiswa Fakultas Filsafat dan ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa pada tanggal 24 Juli 2018 yang hingga saat ini tidak jelas penyebabnya.

Padahal kasus ini sedang diselidiki oleh Polsek Kelapa Lima dalam satuan wilayah kerja Polres Kupang Kota namun tidak membuahkan hasil. Kami mengundang seluruh pihak pemerhati kasus kematian Charli Sowo untuk bergabung dalam kegiatan aksi unjuk rasa damai sebab berdasarkan bukti-bukti yang kami peroleh dan riwayat hidup Almarhum yang tidak suka bermusuhan serta tidak biasa mencari masalah maka kami menyimpulkan jika Saudara kami ini tewas dibunuh dan para pelakunya adalah orang-orang terlatih secara profesional.

Kami juga tidak puas dengan Polres Kupang Kota yang seolah-olah diam dan terkesan lamban dalam proses penyelidikan kasus kematian Saudara kami ini. Sedangkan menurut pernyataan Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto yang dikonfirmasi Wartawan seperti tertulis dalam Surat Kabar Timor Ekspress Edisi Kamis, 16 Agustus 2018 halaman 12 dalam Rubrik Metro Hukum adalah sebagai berikut dalam gelar perkara itu, Penyidik Reskrim menyampaikan fakta saat menemukan jasad Almarhum terapung di Pantai Oesapa.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya mayat tenggelam, kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam, serta terdapat sepeda motor milik korban di pinggir pantai,” ungkap Didik.

Terkait penyebab kematian korban, lanjut Didik, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan namun belum dapat memastikannya.

“Fakta lapangan dan hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena tenggelam bahkan pada tubuh korban tidak terdapat tanda kekerasan fisik apa pun,” ujar Didik.

Pernyataan Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto ini sangat mengecewakan kami dan tidak masuk akal bagi kami. Maka dengan ini kami Forum Peduli Kemanusiaan terhadap kasus kematian Carolino Agustino Sowo (Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Biarawan Karmel (OCD) Indonesia, Alumnus Fakultas Filsafat Unika Kupang, OCDS Indonesia, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang, dan Masyarakat Peduli Kebenaran) bermaksud menyampaikan pemberitahuan kegiatan.

“Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum” dalam bentuk unjuk rasa damai yang akan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Jumat, 07 September 2018, Waktu: Mulai pukul 14.00 Wita sampai selesai.

Tujuan dan Sasaran: Mapolda NTT, Estimasi Massa: Kurang lebih 1000 orang, Koordinator: RomoTheo Silab, Pr, Suster Pauline, Pastor Arkadeus Jabur, OCD, dan Fr. Idus Bria, Pr (Senat Fakultas Filsafat). Penanggung Jawab: Romo Roni Pakaenoni, Pr (Dekan Fakultas Filsafat) dan Pastor Abdul, OCD (Rektor Biara OCD Kupang). Titik Kumpul: Kantor Gubernur NTT ke Mapolda NTT. Alat peraga: Spanduk, selebaran, pengeras suara, mobil komando. Kegiatan aksi: Menyanyikan lagu requiem, pembacaan puisi, teatrikal, doa bersama, menyalakan lilin, dll). Bentuk Aksi: konvoi dari Kantor Gubenur NTT ke Mapolda NTT.

Tuntutan:

  1. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mengambil alih kasus kematian Charli Sowo yang ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Polres Kota Kupang.
  2. Menuntut Kapolda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku kasus pembunuhan Charli Sowo.
  3. Menuntut Kapolda NTT untuk segera melindungi para saksi yang akan bersaksi.
  4. Menuntut Kapolda NTT supaya secara terbuka dan segera mengumumkan hasil investigasi kasus kematian Charli Sowo.
  5. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mempercepat proses penanganan kasus kematian Charli Sowo.
  6. Menuntut Kapolda NTT untuk segera menangani kasus ini secara profesional.
  7. Jika tuntutan-tuntutan ini tidak segera dilakukan maka kami akan datang kembali untuk menanyakan tindak lanjut proses ini dengan jumlah massa yang sangat besar.

Demikian pemberitahuan aksi ini kami sampaikan terima kasih. Kupang, 4 September 2018 Forum Peduli Kemanusiaan Penanggung Jawab (Romo Hironimus Pakaenoni, Pr) Dekan Fakultas Filsafat UNIKA Kupang. (red/)