Home Renungan Harian Deum Messiam – Mesias dari Allah

Deum Messiam – Mesias dari Allah

502
0
Yesus Kristus - Larantuka.com
Ilustrasi: https://www.winapambudi.com

Jumat, 28 September 2018
Pekan Biasa XXV
¤ Pkh. 3:1-11
¤ Mzm. 144:1a,2abc,3-4
¤ Luk. 9:18-22
“Deum Messiam”
– Mesias dari Allah –

Inilah pengakuan Petrus yang mengandung konsekuensi berat, yaitu menanggung banyak penderitaan sebagai muridNya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengharapkan pengenalan tentang identitasNya tidak hanya sebatas “katanya” orang tapi harus sampai pada pengalaman relasi personal denganNya seperti yang dialami oleh banyak orang kudus dan pengamalannya.
Adapun tiga tahapan yang diharapkan Yesus terhadap para pengikut-Nya, supaya mereka selalu bisa mengenali-Nya secara mendalam, antara lain:

1. Dialogal
Yesus berdoa kepada BapaNya. Kitapun diharap peka bahwa Tuhan menyapa kita dan ingin senantiasa berdialog dengan kita.
Di sinilah kita diingatkan akan dimensi iman yang berpola salib, vertikal-personal kepada yang ilahi, sekaligus horisontal-komunal kepada yang insani.

2. Communal
Yesus ingin mengetahui sejauh mana para murid mengenali-Nya secara utuh setelah sekian lama hidup bersama.
Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa jalan salib, “ditolak- dibuang- dibunuh” adalah jalan pertama dan utama untuk mengenaliNya. Artinya Yesus hadir dan bisa dikenali di balik setiap salib hidup kita masing-masing.

3. Personal
Ada pelangi setelah hujan, ada kebangkitan setelah kematian, dan ada kemuliaan setelah penyaliban. KasihNya dapat kita kenali dan rasakan secara personal lewat setiap pengalaman harian bersama dengan yang lain, dalam segala suka-duka dan tawa-tangis hidup kita.

Di sinilah kita diajak untuk mengimaniNya berdasarkan pengalaman dan keyakinan pribadi, yang bukan sekedar ikut ikutan: “Tetapi, apa katamu, siapakah Aku ini?” Pengenalan akan Yesus itu ditemukan, diungkapkan dan dihayati sepanjang dan di dalam perjalanan hidup kita.

Saudaraku, Yesus mewahyukan diriNya sebagai Mesias, Anak Allah, Ia akan menderita, ditolak oleh tua-tua, wafat dan bangkit. Yesus yang seperti inilah yang harus diimani oleh para muridNya. Jadi sebagai Mesias, bukanlah dalam arti pribadi dengan kejayaan tertentu seperti raja. Mesias adalah pribadi yang menderita, ditolak, dibunuh dan bangkit dengan mulia. Inilah Mesias dari Allah.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria yang senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam upaya mengenal, mengalami dan mengamalkanNya. Amin.