Home Nasehat Pernikahan Buku Harian Rumah Tangga Bahagia

Buku Harian Rumah Tangga Bahagia

98
0
Ilustrasi: https://www.beritatransparansi.com

Ayah dan ibu sudah menikah 30 tahun dan Michael tidak pernah melihat mereka bertengkar. Bagi Michael, perkawinan ayah dan ibu menjadi teladan baginya. Setelah menikah, dia dan istrinya sering bertengkar karena hal-hal kecil.
Ketika pulang ke rumah ayahnya, Michael menuturkan keluhannya pada ayahnya dan meminta nasihat. Ayahnya mendengarkan kemudian masuk, keluar dengan mengusung buku-buku dan ditumpuknya di depan Michael. Sebagian buku sudah berwarna kuning, kelihatannya sudah disimpan lama.

Dengan penuh rasa ingin tahu Michael mengambil satu buku itu. Tulisannya benar tulisan ayahnya, agak miring dan aneh, ada yang jelas, ada yang semrawut, bahkan ada yg tulisannya sampai menembusi beberapa halaman.
Michael membaca halaman-halaman buku itu.
Semuanya merupakan catatan hal-hal sepele, “Suhu udara berubah jadi dingin, ia mulai merajut baju wol untukku. Anak-anak rewel dan berisik, untung ada dia.” Semua itu catatan kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, cinta ibu kepada anak-anak dan keluarga.

Matanya berlinang air mata. Michael mengangkat kepala, dengan haru dia berkata pada ayahnya, “Ayah, saya benar-benar sangat kagum pada ayah dan ibu.” Ayahnya berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa kok.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun, tidak mungkin dapat menghindari pertengkaran. Ibumu kalau kesal, suka cari gara-gara, melampiaskan kemarahannya dan ngomel. Dalam buku aku tuliskan yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini.”

“Seringkali hatiku penuh hawa amarah waktu menulis, kertasnya sampai sobek, tembus oleh pen untuk melampiaskan kejengkelanku. Tapi aku terus menulis semua kebaikannya. Aku terus renungkan semua kebaikannya, akhirnya emosi itu lenyap, yang tinggal semuanya hanya kebaikan ibumu.”

Michael mendengarkan, lalu bertanya, “Ayah, apakah ibu pernah melihat catatan ini?”

Sambil tertawa ayah berkata, “Ibumu juga memiliki satu buku catatan seperti ini juga, bukunya semua berisi tentang kebaikan diriku. Sering kami saling bertukar buku dan saling menertawakan kebodohan, kemarahan, juga kekesalan kami berdua.”

Tiba-tiba Michael sadar akan rahasia pernikahan, “Mencintai itu sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan pasangan. Lupakan segala kesalahannya dan selalu berusaha membuat pasangan kita bahagia.”

Kasih akan menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.

Harap Diingat;
JANGAN MENCARI KEADILAN DI DALAM RUMAH TANGGA, BILA ANDA MENCARI KEADILAN DI RUMAH TANGGA ANDA, BERARTI ANDA SUDAH TIDAK INGIN LAGI MEMBINA RUMAH TANGGA ANDA DENGAN BAHAGIA.