Home Karya Puisi Bukan Senja Terakhir

Bukan Senja Terakhir

101
0
Ilustrasi: Foto Facebook Agus Thuru

Ini bukan senja terakhir di Malapedho
Untuk menimba cinta para leluhur
Sebab di saat matahari esok terbit
Aku pergi tetapi akan kembali
Bermain dengan mantra-mantra
Warisan leluhurku turun temurun
Yang tiada pernah habis ditimba
Dan tiada kering di bulan kemarau

Senja ini kutuliskan cinta-Mu
Yang tiada bisa ditakar
Sebab ketika Engkau menyapa alam
Aku menjadi kecil
Di genggaman tangan para leluhurku
Dan rebah di umbai jubah-Mu

Ini bukan senja yang patah
Pada petak-petak tanah kelahiran
Sebab jika waktunya datang
Kita akan menyambung cerita
Tentang gunung dan laut
Tentang pohon lontar dan tetes nira
Tentang pantai batuan alam

Bila esok ada perjalanan pulang
Akan ada saatnya tiba
Menempuh jalan kembali
Ke tanah asal rahim ditanam
Ke tabernakel rumah upacara
Bercanda dengan asal kehidupan
Sampai waktunya tiba
Jalan pulang sampai di ujung
Dan tak ada cela untuk kembali lagi.

Malapedho, 18 September 2018