Home Berita BPK RI Ungkap Temuan Dana Desa Di Ngada

BPK RI Ungkap Temuan Dana Desa Di Ngada

1579
0

Focus Indonesia News – Opini BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2017 menurunkan sejumlah pokok hasil pemeriksaan diterangkan BPK RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur untuk segera ditindaklanjut.

Sebelumnya dikabarkan BPK Temukan ada Ketidak-Patuhan Pengelolaan Anggaran di Ngada, Selanjutnya Temuan Dana BOS.

Dikutip Redaksi, BPK RI juga menurunkan temuan sebanyak 24 Desa di Kabupaten Ngada, Flores-NTT belum mempertanggunjawabkan bantuan keuangan Dana Desa Tahun Anggaran 2017 Tahab Dua.

Dalam temuan ini BPK RI mengungkap jumlah Temuan Dana Desa senilai Rp. 7.295.442.339. Demikian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI sebagaimana diterangkan LHP atau Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Nomor 29a/LHP/XIX.KUP/08/2018; 29b/LHP/XIX.KUP/08/2018 dan 29c/LHP/XIX.KUP/08/2018, masing-masing tertanggal 15 Agustus 2018, ditandatangani Kepala Perwakilan, Edward C.H. Simanjuntak, SE.,MSc., atau sebagaimana fakta sidang LKPJ Bupati Ngada Tahun 2017 yang digelar Agustus 2018 di ruang sidang paripurna DPRD Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur.

Dikutip Redaksi, salah satu media online Nusa Tenggara Timur, zonalinenews, pada Tahun 2015 menurunkan kabar Dana Desa di Ngada. Diungkapkan ‘Pencairan Milyaran Dana Desa Tahun 2015 di Kabupaten Ngada Flores perlahan memunculkan tanda tanya, bola panas kebenaran realisasi dari Kas Daerah ke Kas Desa menuai dinamika kontradiktif. Betapa tidak, petikan media ini, 20 Juli 2016, Pemda Ngada pada Pembukaan Sidang LKPJ Bupati Ngada Tahun Anggaran 2015 tidak dihadiri Bupati Ngada Marianus Sae dan hanya diwakilkan kepada Wakil Bupati Paulus Soliwoa membacakan Laporan Keuangan Pertanggungjawaban Bupati Ngada, mengumumkan total dana Desa di Kabupaten Ngada sudah dicairkan mendekati 100% atau 99% lebih. Pendapatan Dana Desa dianggarkan sebesar Rp. 36.368.672.000, terealisasi sebesar Rp. 36.127.922.000 atau 99,34%. Sebelumnya dikabarkan media ini, Kepala BPMPD-PP Kabupaten Ngada, Yohanes Watu Ngebu mengatakan transferan dana desa dari Pemerintah pusat terlambat dan baru ditransfer pada akhir tahun yakni pada akhir bulan Desember 2015, jadi terlambat semuanya”. (dikutip ; zonalinenews-ntt).

Tolong jangan jual kami Kepala Desa. Yang terjadi sebenarnya desa-desa di Ngada belum terima pencarian dana Desa termin III Tahun 2015. Jumlah semuanya kalau dihitung mencapai di atas dari Rp. 5 Milyar. Dengan posisi kami sebagai orang kecil yah jujur saja kami tidak berani ungkap ini ke permukaan. Terus terang saja, kalau dibilang uang sudah cair, itu mereka pakai data dari mana yang katanya sudah cair itu. Tolong buktikan secara terbuka itu data-data pencairan yang katanya sudah cair ke desa-desa. Kami juga sangat kecewa pada saat Audit Pemeriksaan Keuangan baru-baru ini di Bajawa oleh tingkat Provinsi, mereka laporkan opini bahwa dana Desa termin III Tahun 2015 belum bisa dicairkan dan dikembalikan ke Kas Daerah atau Silpa gara-gara kami desa-desa belum masukan SPJ, padahal SPJ sudah ada tetapi ada-ada saja alasan perubahan kebijakan dan lain-lain mereka sosialisasikan ke kami para Kades. Anehnya lagi itu Badan Auditor Keuangan juga percaya begitu saja, tidak mau terjun langsung ke tingkat terbawah. Jadi, kami minta tolong ya tolong jangan mulai peralat kami orang-orang kecil di lapangan. Sudah cair dimana itu dana Desa Termin III Tahun 2015. Selama ini ada-ada saja alasan untuk tidak cairkan uang itu, sekarang baru bilang bahwa uang sudah cair. Tapi kami mau minta tolong, tolong jangan tulis nama kami di berita, karena tau kan, politik nanti urusannya ada-ada saja, tapi percaya saja ini adalah fakta yang sesungguhnya”, ungkap salah satu Kepala Desa di wilayah Golewa Kabupaten Ngada, Flores (dikutip; zonalinenews-ntt).

Terhadap Temuan Dana Desa di Ngada BPK RI menurunkan sejumlah rekomendasi bersifat mengikat dan batas waktu ditentukan. (red/)