Home Renungan Harian Beatus vs Planctus – Berbahagialah vs Celakalah

Beatus vs Planctus – Berbahagialah vs Celakalah

83
0

Rabu, 12 September 2018
Pekan Biasa XXIII
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk 6:20-26
Beatus vs Planctus
Berbahagialah vs Celakalah
Inilah dua ajaran pokok yang mengacu pada bacaan Injil hari ini, mereka yang disapa berbahagialah adalah mereka yang masuk dalam empat kategori: miskin, lapar, menangis dan dianiaya. Sedangkan mereka yang dikecam celakalah adalah orang-orang yang kaya, kenyang, tertawa dan suka dipuji. Mari kita dalami dan maknai ajaran Yesus yang terlihat sangat kontras ini:

1. Miskin vs Kaya
Orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta dunia dan tidak mampu mencukupi keperluan hidupnya; keadaan hidup mereka menderita. Sebab orang miskin tidak punya apa-apa sehingga mau mendengarkan Yesus dan menuruti pengajaran Yesus.
Orang kaya adalah mereka yang sudah puas dengan semua kebutuhan hidupnya sehingga tidak lagi mengandalkan Tuhan dan membuka dirinya terhadap sesama.

2. Lapar vs Kenyang
Kita manusia membutuhkan makanan jasmani maupun makanan rohani. Makanan jasmani = asupan makanan; makanan rohani = Sabda Tuhan.
Orang lapar adalah orang yang tidak tercukupi atau tidak terpenuhi kebutuhan makanannya dan mereka membutuhkan makanan bagi tubuh jasmaninya. Orang lapar berarti juga orang yang lapar akan makanan rohani atau yang lapar akan kebenaran Sabda Tuhan. Dengan kata lain, orang lapar mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya.
Orang kenyang adalah orang yang sudah makan dan sudah dipuaskan dan tidak butuh makanan lagi bagi tubuhnya. Orang kenyang berarti juga orang yang tidak membutuhkan lagi makanan rohani karena merasa sudah mengerti semua Sabda Tuhan. Dengan kata lain, orang kenyang tidak mengandalkan Tuhan.

3. Menangis vs Tertawa
Orang menangis adalah orang yang sedang bersedih hati. Orang menangis berarti juga orang yang menyesali akan dosa-dosanya.
Orang tertawa adalah orang yang sedang bergembira hatinya. Orang tertawa berarti juga orang yang tidak menyesali perbuatan dosanya.

4. Dianiaya vs Dipuji
Orang dianiaya adalah orang yang menderita karena memberitakan Injil. Yesus dan para nabi dianiaya dan dibunuh karena memberitakan Injil dan kebenaran firman Tuhan.
Mengapa orang yang dianiaya dikatakan berbahagialah oleh Yesus? Sebab orang yang dianiaya karena Injil dan bertahan tetap setia sampai mati maka memperoleh hidup yang kekal.
Orang dipuji dalam kaitannya telah melakukan perbuatan jahat membunuh nabi maka orang ini celakalah seperti yang dikatakan Yesus.
Saudaraku, motivasi yang murni dan kesetiaan kita pada panggilan-Nya akan menuntun kita pada kebahagiaan yang sejati, yang tidak dapat digantikan dengan materi, makanan, kesenangan duniawi, dan pujian. Lebih berharga hidup kita, bila kita miskin tetapi kaya daripada sebaliknya kaya tetapi miskin. Sesungguhnya kita termasuk yang mana?
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga untuk menjadi yang berbahagia. Amin.

Rikard Pasang,SVD