Home Berita TPDI : Kematian ‘Charly’ Mahasiswa Bajawa Perlu Penyidikan Digital Forensik

TPDI : Kematian ‘Charly’ Mahasiswa Bajawa Perlu Penyidikan Digital Forensik

125
0

Jakarta – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus kembali menyoroti penanganan kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang Nusa Tenggara Timur Caolino Sowo (laki-laki) yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang, tanggal 24 Juli 2018.

Dikabarkan sebelumnya, TPDI menilai penyidikan tidak bisa hanya mengandalkan Polsek Kelapa Lima Kupang. Polda NTT harus segera ambil alih penanganan kasus dan memberikan prioritas tinggi terhadap penuntasan kasus ini.

TPDI berpendapat Polda NTT patut segera membentuk Tim Penyidik Khusus guna mengungkap tuntas perkara serta wajib menyeret siapapun yang terlibat dibalik kematian mengenaskan (alm) Carolino Sowo. TPDI minta Polda NTT hargailah nyawa manusia, tegas Koordinator TPDI, Petrus Selestinus.

Kepada redaksi di Jakarta (11/8/2018), Koordinator TPDI, Petrus Selestinus kembali mengungkapkan Polri patut menggunakan Digital Forensik dalam proses penanganan kematian yang sudah menjadi perhatian banyak kalangan dan belum terungkap pelaku oleh pihak Polri.

“Penyidikan kematian Charly juga patut menggunakan Digital Forensik atau alat komunikasi elektronik yang digunakan oleh korban Charly dengan pihak-pihak yang diduga sebagai teman dekat korban. Karenaitu dibutuhkan Penyidik dengan Tim Khusus dan Keahlian Khusus mutlak di perlukan. Dan itu hanya dimiliki Polda dan atau Bareskrim Mabes Polri”, tegas Petrus Selestinus.

Perna dikabarkan sebelumnya, aneh HP Korban yang hilang bersama kematian korban tanggal 24 Juli 2018 terpantau aktif dan online pada tanggal 9 Agustus 2018. (red/)