Home Berita Tim Nusantara Sehat Bentuk Dokter Kecil dan Laskar Jentik di Kecamatan Detukeli-Ende

Tim Nusantara Sehat Bentuk Dokter Kecil dan Laskar Jentik di Kecamatan Detukeli-Ende

469
0

Ende – Sejumlah terobosan Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat daerah terpencil digelar di wilayah Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende Pulau Flores. Dengan dibantu para Tenaga Medis Daerah yang bertugas di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, akselerasi Dokter Crashana Siregar, asal Banjarmasin, Tenaga Perawat Ahmad Sahedu Andryansyah, S,Kep, Ners asal Mataram, Ansila Angelika Bouk, SKM asal Soe NTT, Tenaga Gizi Saffarudin, Amd dari Kendari, bersama Bidan Ritha Kartika Muskanan, Amd asal Soe NTT, berhasil melaksanakan sejumlah terobosan pelayanan Kesehatan di sejumlah titik pelayanan dalam wilayah Kecamatan Detukeli.

Kepada Redaksi Media ini (1/8/2018) Dokter Crashana Siregar mengungkapkan sejumlah langkah pelayanan Tim Nusantara Sehat di Kecamatan Detukeli Ende. Diberitakan sebelumnya, Potret Dedikasi Tim Nusantara Sehat di Wilayah Terpencil Kecamatan Detukeli-Ende. Setia menjawab pelayanan kesehatan dengan berjibaku dalam potret ketertinggalan dan keterbelakangan berbagai kondisi, tanpa ditunjang penerangan listrik PLN, ketiadaan pasokan air bersih serta belum terjaminnya kelancaran transportasi akses jalan raya layak pakai yang masih sangat memprihatinkan, sudah menjadi santapan harian bagi Tim  Nusantara Sehat di Wilayah Terpencil Detukeli Kabupaten Ende Pulau Flores.

Menurut Dokter Crashana Siregar, sejumlah terobosan pelayanan kesehatan yang digelar bagi masyarakat setempat diantaranya visitasi atau kunjungan Spesialis Jiwa terhadap sedikitnya 16 ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dari 13 Desa yang ada di wilayah pelayanan Kecamatan Detukeli Ende.

“Para ODGJ disini sebagian besar tidak pernah mendapat perhatian medis. Untuk itu kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mendatangkan Dokter Specialis Jiwa dari Kupang dan terjun langsung ke lapangan. Dari hasil yang kami peroleh, beberapa diantaranya dalam fase psikotik”, tegas Dokter Crashana Siregar.

Selain visitasi Dokter Specialis, Tim Nusantara Sehat juga mengkondisikan Pembentukan Dokter Kecil dan Laskar Jentik. Dijelaskan, sebagian dari anak-anak di wilayah Kecamatan Detukeli terkena penyakit yang berhubungan dengan minimnya pola hidup bersih dan sehat. Karenaitu Tim Nusantara Sehat berinisiatif membentuk barisan Dokter Kecil di Lima Sekolah Dasar, untuk tahab pertama tiga sekolah dipilih yakni SDK Watunggere, SDK Wolomuku, SDI Aekora. Dari masing-masing Sekolah Dua Pelajar dipilih untuk diberikan pembekalan dan pelatihan khusus mengenal pola hidup bersih dan sehat untuk ditularkan kepada sesama pelajar di sekolah masing-masing. Para Dokter Kecil diperkenalkan dengan pola hidup bersih dengan harapan mengurangi angka kejadian penyakit yang berhubungan dengan kebersihan seperti ISPA, Diare, Malaria dan Demam Berdarah.

Selain Pembentukan Dokter Keciil, kata Dokter Crashana Siregar, juga dibentuk Laskar Jentik. Pengkondisian Laskar Jentik yang melibatkan para Pelajar Sekolah Dasar bertujuan anak-anak Sekolah Dasar dapat mengawasi lingkungan sekitarnya, terutama pada tempat-tempat penampungan air, agar dengan demikian para pelajar usia dini dapat menjadi agen bagi keluarga dan lingkungan dalam menjaga kebersihan serta mengurangi resiko penyakit akibat gigitan nyamuk. Para Laskar Jentik diberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik menyusul praktek lapangan.

Selain pembentukan Dokter Kecil dan Laskar Jentik serta beberapa agenda pelayanan kesehatan lainnya di Kecamatan Detukeli, Tim Nusantara Sehat juga menggelar pembagian Kalender WUS (Wanita Usia Subur) di kampung-kampung bersama Penyuluhan ASI Eksklusif, Penyuluhan Persalinan di fasilitas Kesehatan, Pos Pembinaan Terpadu  dan Puskesmas Keliling.

Pasalnya, akibat ditemukan masih banyak Pasien TBC yang tidak rutin berobat di Puskesmas, maka Tim Nusantara Sehat juga melakukan pembagian masker dan edukasi kepada Pasien dan Keluarga Pasien TBC di wilayah Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende-Flores, bahwa Pengotaban TBC harus sampai tuntas. (red/)