Home Berita Terkait Wisatawan Jatuh ke Jurang, Tokoh Ngada Paulus Talo Kecam Pemda

Terkait Wisatawan Jatuh ke Jurang, Tokoh Ngada Paulus Talo Kecam Pemda

1655
0
Paul Edmundus Talo
Paul Edmundus Talo

“Setelah terjadi kecelakaan terhadap wisatawan, yang bersalah bukan saja wisatawan yang jatuh, tetapi Pemerintah Kabupaten Ngada yang lalai mengambil tindakan pengamanan obyek wisata yang merupakan kewajibannya. Demikian penyampaian saya. Salam hangat, Paul Edmundus Talo”

Ngada News – Salah satu tokoh daerah asal Kabupaten Ngada Pulau Flores, sebelumnya pernah menghiasi jagat politik Nusa Tenggara Timur melalui bursa calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur berpaketan dengan Calon Gubernur NTT kala itu, Eston Foenay, tokoh Ngada Paul Edmundus Talo melayangkan Surat Terbuka kepada khalayak Nusa Tenggara Timur secara khusus Tempat Kejadian Musibah, Kabupaten Ngada, diterima Redaksi media ini (27/8/2018) Pkl.16.00 Wita.

Berikut redaksional asli, sesuai penegasan surat salah satu tokoh Ngada Paul Edmundus Talo’

Kepada Yth, Redaktur dan segenap Redaksi Media Larantuka News – Focus Indonesia di Tempat

Membaca dengan seksama tulisan laporan kronologi jatuhnya wisatawan Almarhumah Ibu Susiani Mailoa ke jurang di Wolo Watu Nari Wowo (wolo= gunung/bukit, watu=batu, Nari Wowo adalah nama orang. Nari adalah nama orang yang disematkan pada bukit itu, Wowo adalah nama mamanya atau mungkin nama bapanya), saya menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1) Atraksi wisata/obyek wisata tersebut sangat berbahaya, karena jalan yang sempit dan terdapat jurang yang dalam di sana.

2) tempat seperti itu diminati wisatawan pasti berdasarkan rekomendasi atau viral melalui Instagram sebelumnya.

3) Obyek wisata seperti itu pasti sangat indah sehingga menarik perhatian bagi wisatawan domestik maupun turis manca negara untuk datang mengunjunginya.

4) Pemerintah setempat seharusnya mengetahui tentang obyek2 wisata yang sering didatangi wisatawan untuk selanjutnya melakukan tindakan perlindungan terhadap wisatawan domestik maupun turis manca negara yang berkunjung ke sana.

5) Pemerintah seharusnya tahu bahwa tempat itu sangat berbahaya oleh karenanya melakukan pelarangan berkunjung atau membuat pagar sebagai pengamanan terhadap wisatawan domestik maupun turis manca negara yang berkunjung.

6) Setelah terjadi kecelakaan terhadap wisatawan, yang bersalah bukan saja wisatawan yang jatuh, tetapi Pemerintah Kabupaten Ngada yang lalai mengambil tindakan pengamanan obyek wisata yang merupakan kewajibannya.

Demikian penyampaian saya. Salam hangat, Paul Edmundus Talo

Dikabarkan media ini (26/8/2018), wisatawan dengan identitas Nyonya Susiani Mailoa, alamat tinggal ‘Kenjeran 412, RT/RW, 001/014, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur tewas di dasar jurang Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Flores dengan kondisi mengenaskan luka sekujur tubuh, kaki patah dan kepala terbentur bebatuan bukit. Korban terjatuh dari ketinggian puncak bukit dengan ketinggian sekitar 200 meter. (red/)