Home Berita Terkait Tarif Dan Iuran Kendaraan, Ini Jawaban Jasa Raharja

Terkait Tarif Dan Iuran Kendaraan, Ini Jawaban Jasa Raharja

350
0

Ngada News – Riak aspirasi dan opiini yang berkembang bebas di tengah-tengah masyarakat ataupun para pekerja yang memiliki keterkaitan langsung dengan jasa pelayanan BUMN Jasa Raharja secara bertahab terus dijawab pihak Jasa Raharja melalui berbagai upaya maupun sosialisasi kepada khalayak.

Kepada Redaksi media ini Kepala Jasa Raharja Perwakilan Ende, Achmad Nurdin (28/08/2018) mengungkapkan sejumlah materi tugas pokok serta penjelasan sesuai ketentuan yang dipakai sebagai fondasi dan rambu-rambu Jasa Raharja dalam melayani masyarakat.

“Pertama, tentang apakah mobil yang rusak atau tidak beroperasi pun tetap ditarik kewajiban mereka kepada Jasa Raharja. Jawaban atas pertanyaan ini adalah iya, jika mereka tidak melaporkan kepada pihak Jasa Raharja bahwa kendaraan tersebut tidak beroperasi akibat rusak atau sedang diperbaiki. Caranya dengan menunjukan bukti-bukti berupa surat keterangan dari bengkel jika tidak beroperasi, atau bukti-bukti real tentang kerusakan yang sedang menimpa sehingga tidak beroperasi. Lalu kami mendalami dan menguji kebenaran. Jika benar ya tidak ditarik. Kita tidak sembarang dalam bekerja. Harus memenuhi standar sesuai ketentuan. Sebab jika tidak demikian semua orang bisa saja memanfaatkan cela ini dengan membuat laporan fiktif dan lain-lain. Jadi jawabannya, jika benar-benar tidak beroperasi atau rusak, Jasa Raharja tidak menarik apapun itu”, Kepala Jasa Raharja Perwakilan Ende, Achmad Nurdin.

Berikutnya, tambah dia, menyangkut ketentuan tarif atau keluhan adanya lonjakan tarif.

Guna mempermudah masyarakat dalam memperoleh santunan, Jasa Raharja juga telah menjalin kerjasama di bidang pelayanan, melalui sistem IRSMS Kepolisian, Dinas Kependudukan & Catatan Sipil, Rumah Sakit serta Cash Management System BRI.

Berikut diterangkan Tarif dan Santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas, terhitung sejak tanggal 1 juni 2017 mengalami kenaikan hingga 100% dengan rincian sebagai berikut

Ahliwaris korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp.50.000.000,- (semula Rp.25.000.000,-) 2. Santunan bagi korban cacat tetap masih tetap sesuai persentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia (yang telah di naikan menjadi Rp. 50.000.000,-) 3. Penggantian biaya perawatan dan pengobatan meningkat menjadi maksimal Rp.20.000.000,- (semula Rp.10.000.000,-) 4. Penggantian biaya penguburan meningkat menjadi Rp. 4.000.000,- (semula Rp.2.000.000,-) bagi korban yang tidak memiliki ahliwaris. Untuk Pembayaran Santunan PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Ende sampai dengan bulan Juli 2018 telah memberikan santunan sebesar Rp.4,3 Milyar.

Santunan diberikan kepada korban Meninggal Dunia sebesar Rp. 3,6 Milyar, Luka-luka Rp.626 juta, Cacat Tetap Rp, 25 juta, penguburan Rp.16 juta dan Ambulan & P3K Rp. 37 juta, terjadi kenaikan sebesar 36,13% dibanding tahun yang lalu bulan yang sama.

Dikabarkan sebelumnya, (baca juga) ‘Jasa Raharja Perwakilan Ende Gelar Sosialisasi di Terminal Bajawa, Ngada. (red/)