Home Berita Saturnius Niki ‘Perekam Video Amatir Terviral Kebakaran Kampung Megalitikum Gurusina Ngada

Saturnius Niki ‘Perekam Video Amatir Terviral Kebakaran Kampung Megalitikum Gurusina Ngada

293
0

“Gurusina tidak sekedar menuai perhatian, namun harus menjadi salah satu prioritas kemanusiaan. Bahu membahu membangun kembali Gurusina bersama torehan peradaban manusia masa kini”.

Ngada News – Kobaran Api itu menjelang 17 Agustus. Berkobar menutup angkasa dan segala langit kehidupan. Sebaran cahayanya seperti geram bernyala, melepas wajah kebakaran hebat, lalu berseliweran, tak mau henti dan terus menyapu, melumat sisi-sisi perkampungan manusia diatas mahkota bertuliskan sejarah. Ya, musibah itu.

Empat Hari memasuki Hari Dirgahayu-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tanggal 13 Agustus 2018, Perkampungan Megalitikum Tertua di Flores terpaksa menutup lembaran untuk sebuah lembaran baru berikutnya.

Spontan sebuah video amatir jadi rebutan tontotan manusia usai duka musibah Gurusina Ngada Flores. Musibah kita semua.

Tidak disangka, video amatir dengan akurasi memadai ternyata direkam oleh seorang warga hanya bermodalkan handpone dengan kisah lari keluar dari dalam kamar mandi ketika mendengar teriakan ‘tolong, tolong, ada kebakaran, ada kebakaran’, demikian kata sang perekam video amatir viral, kejadian kebakaran Perkampungan Gurusina Ngada, Saturnius Niki.

“Saya warga Gurusina. Saya sendiri tidak percaya bahwa ada kobaran api begitu cepat dan dahsyat melahap hampir seluruh rumah adat yang penuh dengan sejarah di perkampungan kami ini. Saya sedang memegang Hand Phone dan sedang dalam kamar mandi untuk mandi. Saya mendengar teriakan minta tolong ada kebakaran. Saya lari keluar dengan kondisi kalut. Setelah melihat api menyala begitu besar, saya putuskan harus rekam abadikan, selanjutnya saya posting lepas saja”, tutur Saturnius Niki.

Kini video amatir yang mulanya tidak disangka, menoreh video sejarah atas musibah kebakaran Gurusina. Gurusina dalam detik-detik terakhir sebelum pamit dari tatapan peradaban ini. Gurusina yang terabadikan bersama satu video amatir untuk satu buku kehidupan.

Saturnius Niki berharap video amatirnya bisa membantu segenap pihak yang membutuhkan melihat bagaimana musibah menghabiskan satu perkampungan, bahkan api benar-benar baru padam sekitar pagi atau hari berikutnya tanggal 14 Agustus 2018.

Saturnius Niki berharap, duka Gurusina tidak sekedar menuai perhatian, namun menjadi salah satu prioritas utama dalam rasa kemanusiaan untuk bahu membahu membangun kembali Gurusina dalam torehan peradaban manusia masa kini. (red/)