Home Renungan Harian S. Rosa dari Lima, Perawan

S. Rosa dari Lima, Perawan

504
0

Bacaan Liturgi 23 Agustus 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XX
PF S. Rosa dari Lima, Perawan

Bacaan Pertama
Yeh 36:23-28
Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu.
Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Katakanlah kepada kaum Israel:
Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar,
yang sudah dinajiskan di tengah para bangsa,
dan yang kalian najiskan di tengah-tengah mereka.
Dan para bangsa akan tahu bahwa Akulah Tuhan, ”
demikianlah sabda Tuhan Allah,
“manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu
di hadapan para bangsa.
Aku akan menjemput kalian dari antara para bangsa
dan mengumpulkan kalian dari semua negeri
dan akan membawa kalian kembali ke tanahmu.
Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kalian. Dari segala kenajisan dan dari segala berhala-berhalamu

Aku akan mentahirkan kalian.
Kalian akan Kuberi hati yang baru,
dan roh yang baru di dalam batinmu.
Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu
dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu
dan Aku akan membuat kalian hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Dan kalian akan mendiami negeri
yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu.
Kalian akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.”

Bacaan Injil
Mat 22:1-14
Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu ketika
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan.
Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya
memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,
‘Katakanlah kepada para undangan:
Hidanganku sudah kusediakan,
lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah tersedia.
Datanglah ke perjamuan nikah ini.’
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.
Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap para hamba itu,
menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu.
Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu
dan membakar kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia,
tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana
ke perjamuan nikah itu.
Maka pergilah para hamba
dan mereka mengumpulkan semua orang
yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya,
‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’
Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja lalu berkata kepada para hamba,
‘Ikatlah kaki dan tangannya
dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;
di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

SIAP SEDIALAH SELALU – TUHAN ADALAH PRIORITAS UTAMA

Perumpamaan Kerajaan Surga bagaikan seorang Raja yang mengadakan perjamuan nikah. Orang orang yang diundang menolak untuk hadir dengan berbagai alasan. Sampai kemudiaj semua orang diajak atau ditarik masuk ke dalam pesta, tapi sayang kemudian ada yang tak siap (tak berpakaian pesta). Apa pesan buat perjalanan iman kita? Pertama, undangan keselamatan dari Tuhan itu diperuntukan bagi semua orang. Tuhan mengundang semua orang yang mau datang padaNya dan memiliki keselamatan daripadaNya.

Kedua, karena undangan keselamatan buat semua orang, setiap kita haruslah selalu siap dalam menanggapi undangan keselamatan dari Tuhan. Walaupun kita tahu ada yang dinamakan belas kasih dan kemurahan hati Tuhan, dan juga sikap Tuhan yang selalu mengampuni tapi semua itu tak berarti kita lalai. Kita harus siap yaitu dengan mempraktekan iman kita. Menjadikan iman kita suatu kenyataan yang membawa berkat bagi banyak orang dan kemuliaan bagi Tuhan.
Ketiga, untuk Tuhan haruslah selalu menjadi prioritas. Kehendak Tuhan haruslah selalu dinomorsatukan. Tuhan harus selalu mendapat prioritas utama. Jangan pernah Tuhan dinomorduakan.

Siapkah kita untuk ketiga hal ini? Mampukah kita menjadikan Tuhan segala galanya dan mampukah kita membuat iman kita menjadi berkat bagi banyak orang dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan?
Semoga kita dimampukan dan dikuatkan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus kabulkan segala doa dan permohonan kita hari ini. Tuhan Yesus dengarkan segala pengharapan kita hari ini. Tuhan Yesus bantu kita untuk selalu setia padaNya. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,