Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Kejujuran (Edisi XII)

Rambu Pernikahan: Kejujuran (Edisi XII)

93
0
Ilustrasi: https://beritabojonegoro.com/read/14743-kejujuran.html

Kadang-kadang kita membuat kesalahan ketika berusaha berkata jujur. Kita berkata terlalu banyak, tatkala dibutuhkan sedikit kebijakan. Kejujuran tanpa saringan kadang boleh disebut naïf dan jarang membuat manfaat. Kerap justru terasa sebagai komentar pedas atau kritik yang dibungkus.

Memang sulit untuk hidup dengan orang lain hari demi hari tanpa ingin mengoreksinya. Pasanganmu akan membela diri ketika engkau mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya, bahkan ketika engkau mengatakannya atas nama cinta. Seringkali hal itu terdengar seperti complain dari pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan Anda.

Galileo Galilei benar ketika mengatakan, “Engkau tidak dapat mengajari seorang laki-laki suatu hal. Engkau hanya dapat menolongnya menemukan hal itu dalam diri mereka.” Boleh sesekali dicoba. Tatkala Anda hendak mengusulkan sesuatu, katakanlah: “Aku melihat betapa hebatnya kamu dan betapa kamu mampu melakukannya!”

Jangan tertawa. Saya tahu, ini tampak kekanak-kanakan. Sehebat apa pun suamimu, dalam konteks ini, dia memang tetap seorang bocah yang butuh penguatanmu.

Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan untuk benar-benar jujur dan benar-benar baik [bijak] pada saat yang sama

Semoga bermanfaat….

Oleh: Mans Watun, Cssr