Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Anda Bisa Jatuh Cinta Lagi (Edisi II)

Rambu Pernikahan: Anda Bisa Jatuh Cinta Lagi (Edisi II)

1631
0

Anda Bisa Jatuh Cinta Lagi

Bila Anda mengira bahwa Anda hanya dapat mempunyai rasa cinta kepada satu orang saja,…Anda keliru!! Kita dapat mempunyai rasa itu terhadap lebih dari satu orang, kapan pun, entah sebelum atau sesudah menikah. Rambu ini dapat mengingatkan kita agar waspada terhadap timbulnya godaan.

Namun yang tidak kalah penting, rambu ini juga memberikan pencerahan ketika godaan itu melanda kita.

Kira-kira beberapa waktu yang lalu saya pernah berdiskusi secara online dengan seorang teman yang sedang dirundung nestapa. Sesudah menjalani pernikahan selama kurang lebih 8 tahun, ia jatuh cinta lagi. Padahal keluarganya termasuk kategori berkecukupan: suami bekerja dan baik, ada anak-anak yang manis dan lucu, ada rumah, ada mobil, semuanya okey dan memenuhi standar hidup layak. Bercerai rasanya tak mungkin mengingat harga diri keluarga, anak-anak, dan hal lainnya. Namun terpisah dari cinta baru juga sengsara. Rasanya mau mati saja.

Tatkala petaka itu terjadi, ia dan mungkin juga kita, diterpa pikiran-pikiran yang keliru. Ia berpikir bahwa keputusan menikah waktu itu diambil ketika ia masih teramat muda, baru tamat SMA, belum matang. Ia merasa hal itu adalah kesalahan terbesar yang sekarang baru disesali. Yang paling parah adalah ia berpikir bahwa ia tak mencintai suaminya lagi.

Itu kekeliruan terbesar. Cinta bukanlah seperti zero sum game, di mana kadar cinta baru yang muncul berasal dari cinta lama yang pupus. Ketika Anda jatuh cinta lagi pada orang ketiga, tidak berarti cinta Anda pada pasangan resmi telah berkurang. Cukuplah Anda punya satu masalah, jangan tambah lagi dengan masalah baru yang tak riel.

Di sinilah kekuatan Rambu kedua ini. Perlu disadari terlebih dahulu, bahwa kita memang BISA jatuh cinta lagi. Dan bila itu terjadi, bukan berarti cinta pada pasangan resmi telah berkurang. Dengan demikian Anda dapat lebih fokus pada upaya melewati badai itu. Terkadang, ketika badai datang, berpikir dan berbuat berlebihan justru mencelakakan. Lebih baik Anda tenang, mencari tempat aman untuk berpegangan tangan dengan isteri/suami dan anak-anak tercinta.

Semoga bermanfaat….

Oleh: Mans Watun, CssR