Home Berita Rajawali Ngada, Reynold Resi dan Ratusan Warga Ngada Serukan Save Wisatawan

Rajawali Ngada, Reynold Resi dan Ratusan Warga Ngada Serukan Save Wisatawan

2587
0
TKP/Bukit Watu Nariwowo Ngada dijuluk Bukit Avatar
TKP/Bukit Watu Nariwowo Ngada dijuluk Bukit Avatar

Ngada News – Duka yang menimpa Wisatawan Domestik asal Surabaya, Nyonya Susiani Mailoa yang tergelincir jatuh dari ketinggian sekitar 200 meter di Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa membangkitkan suara-suara kritis warga Kabupaten Ngada Flores.

Korban dalam peristiwa ini wisatawan dengan alamat tinggal ‘Kenjeran 412, RT/RW, 001/014, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur yang ditemukan tewas di dasar jurang Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Flores ditemukan tewas kondisi mengenaskan dengan luka sekujur tubuh, kaki patah dan kepala terbentur bebatuan bukit, ditemukan di dasar jurang.

Beraga pesan dan sikap disampaikan kepada media diterima redaksi media ini terhitung malam usai kejadian (26/8/2018). Ucapan Duka pun disampaikan ribuan warga Ngada dan warga Nusa Tenggara Timur melalui foru-forum media sosial atas musibah duka ini.

“Pemerintah daerah Kabupaten Ngada patut segera melakukan terobosan positif dengan prinsip save para wisatawan yang datang di Ngada. Kita berduka atas musibah ini. Ini tidak sebatas duka tetapi harus dicerna sebagai peringatan terhadap kinerja percepatan multi sektor pembangunan, termasuk Dinas Pariwisata yang mengurus juga keselamatan nyawa orang”, tegas Fritz Doze atau sering disebut Rajawali Ngada, Ketua Forum Komunikasi Masyrakat Ngada Diaspora.

Dikutip media ini, suara kritis dan atensi juga datang dari warga Ngada yang lahir dan tinggal menetap di Kota Ende, Flores, Reynold Resi. Kader PSI Ende Reynold Resi menulis pesan khusus untuk segera dimaknai unsur-unsur terkait di tanah kelahirannya Kabupaten Ngada.

“Saran buat pengelola lokasi wisata bukit Watu Nariwowo atau yang trend dijuluk sebagai bukit Avatar, bahwa sehubungan dengan kejadian pengunjung tempat wisata yg terjatuh dan meninggal di lokasi wisata tersebut, diharapakan agar pengelola atau dinas pariwisata segera membuat pagar pengaman di lokasi wisata. Sebab, keselamatan dan kenyamanan pengunjung menjadi hal yg paling utama di prioritaskan. Mengingat sangat extremnya lokasi tersebut dan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali. Mohon agar segera di tindak lanjuti. Salam cinta wisata lokal”, tandas Reynold Resi.

Sebelumnya diturunkan media ini, ditemui redaksi media ini di RSUD Bajawa (26/8/2018), Kadis Pariwisata Kabupaten Ngada, Todis Reo menjawab keterangan Pers mengungkapkan Pemda Ngada dan segenap masyarakat Kabupaten Ngada, secara khusus Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada mengucapkan turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang berujung merenggut nyawa wisatawan domestik Ibu Susiani Mailoa di lokasi puncak Bukit Watunariwowo, Ngada.

Terkait lokasi wisata Bukit Watunariwowo, Kadis Pariwisata Ngada, Todis Reo menerangkan lokasi tersebut masih dalam foto potensi destinasi wisata di Ngada yang tengah dirancang untuk diperjuangkan guna mendapat dukungan pembangunan dan sarana prasarana sebagai titik destinasi wisata sesuai standart kebutuhan maupun keselamatan bagi para wisatawan.

“Bukit Watunariwowo di Langa belum dikelola resmi sebagai obyek wisata. Namun karena potensinya sangat tinggi dan dikenal luas, maka titik itu dibanjiri para pengunjung. Kejadian ini adalah duka kita semua dan merupakan musibah bersama. Doa kami semoga jiwa ibu Susiani beristirahat dalam damai di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan penghiburan. Saya belum bisa bicara banyak sebab lokasi tersebut secara kedudukan masih dalam proses perjuangan panjang atau sebagaimana harapan bersama”, tegas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Todis Reo. (red/)