Home Berita Pengelolaan Dana BOS di Ngada Resmi Jadi Temuan BPK RI

Pengelolaan Dana BOS di Ngada Resmi Jadi Temuan BPK RI

1180
0

Ngada News – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur menurunkan deretan temuan atas Laporan Hasil Pemeriksaan di Kabupaten Ngada, Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dihimpun redaksi media ini, materi temuan resmi Dana BOS di Ngada oleh BPK RI terungkap dalam Persidangan LKPJ Bupati Ngada Tahun Anggaran 2017 yang dibuka tanggal 20 Agustus 2018 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Ngada dibuka langsung Plt Bupati Ngada Paulus Soliwoa..

Rangkuman redaksi, deretan temuan BPK RI Perwakilan NTT atas pengelolaan Dana Bos di Ngada termuat dalam Surat Resmi BPK nomor 198a/S/XIX.KUP/08/2018, Perihal Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2017. Surat BPK ditanda tangan oleh Kepala Perwakilan, Edward C.H. Simanjuntak, SE.,MSc.

Dikutip redaksi, BPK menerangkan dua hal dalam poin temuan Dana Bos di Kabupaten Ngada, yakni Pengelolaan Dana BOS dan Pengelolaan Dana yang tidak melalui Rekening Kas Umum Daerah yang diperuntukan ke sekolah-sekolah negeri dinyatakan belum memadai.

Dikabarkan sebelumnya (23/8/2018) ‘Pencairan Milyaran Bansos Tahun 2018 di Ngada, juga Dana BOS Molor. Sementaraitu Dana Bansos terhitung mulai Januari Sampai Akhir Agustus belum dicairkan.

Begitu pula realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah di Kabupaten Ngada, Pulau Flores boleh dibilang berbudaya Lambat Cair. Keterlambatannya tidak main-main, kadang bisa mencapai tiga bulan baru dicairkan kepada sekolah-sekolah.

Dikabarkan sebelumnya, pantauan media (23/8/2018) sekolah-sekolah dasar maupun SLTP mengeluhkan hal yang sama.

Kasak kusuk dinamika terselubung Sidang LKPJ Bupati Ngada Tahun 2017 yang resmi baru dibuka pada tanggal 20 Agustus 2018 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Ngada dibuka langsung Plt Bupati Ngada Paulus Soliwoa menggungkap sejumlah temuan terjadi di Kabupaten Ngada, Flores.

Terhadap perilaku molor dan diduga kuat tata kelolah anggaran berbau molor ini, sejumlah pihak penting di Kabupaten Ngada enggan memberikan keterangan ketika diwawancara media.(red/)