Home Berita Orang Kecil Tolong Sesama ‘Dibalik Duka Wisatawan Jatuh Jurang

Orang Kecil Tolong Sesama ‘Dibalik Duka Wisatawan Jatuh Jurang

2642
0

Ngada News – Sepintas tidak nampak namun ketika berlayar lebih ke dalam, disana bersua potret peradaban manusia. Orang kecil menolong sesama yang menderita, membutuhkan, menjadi ciri umum di dunia ini bahkan menembus kisah sejarah kehidupan. Menolong tanpa pamrih.

Kira-kira demikian kisah dibalik duka bertetaskan air mata. Sebuah  kisah lain dari kepergian seorang Ibu Rumah Tangga, Nyonya Susiani Mailoa, beridentitas alamat Kenjeran 412, RT/RW, 001/014, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur yang ditemukan tewas di dasar jurang Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Flores ditemukan kondisi mengenaskan meninggal dunia dengan luka sekujur tubuh, kaki patah dan kepala terbentur bebatuan bukit lalu ditemukan di dasar jurang.

Wawancara exclusive Redaksi media ini (26/8/2018) di Kota Bajawa, mulai dari Anggota Polisi, Tentara, Pegawai Lapangan, Warga Langa, Ibu penolong penunjuk jalan, warga yang datang menolong, anak-anak kecil yang ikutan mencari dan sang sopir penyetir mobil, adalah kisah kaum wong cilik menolong sesama manusia. Tertulis judul Orang Kecil Menolong Sesama ‘Jasa Sopir  Dibalik Duka Wisatawan Jatuh Jurang.

 

Usai menjemput kedua tamu wisatawan domestik atau sesuai petunjuk yang diterima, ini petikan perasaan sang sopir.

“Pertama saya tidak bicara tentang bayaran dalam kejadian yang saya alami ini, tetapi saya merasa harus bisa saling menolong, karena dengan itu saya juga bahagia bisa mengenal banyak orang’ demikian kata terselip dari seorang sopir bernama lengkap Leonardus Langga, Umur 28 Tahun, Agama Katolik, Alamat Jalan R.W. Monginsidi, Puunaka, RT/RW: 008/004, Kelurahan Tetandara, Kec. Ende Selatan, Kabupaten Ende Pulau Flores-Nusa Tenggara Timur.

Diberitakan sebelumnya, Leonardus Langga Sopir yang mengantar kedua wisatawan lalu menemani pelayanan mulai dari Bandara Ende menuju Moni dan Kelimutu, lalu kembali Kota Ende seterusnya menuju Penga Jawa Nagapanda Ende, berikutnya mengantar ke Bajawa Kabupaten Ngada lalu menginap semalam di Hotel Edelweis, dan berikutnya menuju Bukit Watu Nariwowo, Desa Beja dengan memikul peralatan wisatawan serta drone.

Selanjutnya sang sopir turun mencari warga penunjuk jalan dan mereka berjalan menuju bukit dan berjalan pada garis terdepan untuk keselamatan.

Namun, naas menimpa ‘ketika berbalik menengok, wisatawan yang dihormatinya dalam tugas, nampak telah tiada dan pergi untuk selamanya.

Sopir Leonardus Langga bertutur dengan linangan air mata saat wawancara exclusive redaksi media ini di Kota Bajawa (26/8/2018).

Usai mengetahui Ibu Susiani Mailoa tidak lagi berada dalam barisan, dirinya merangkul sang anak dalam kondisi yang sama-sama kelelahan tertekan musibah.

Sopir Leonardus Langga memutuskan turun dari puncak gunung dengan merayapi setiap bebatuan sambil mengaitkan tangannya pada tumbuhan yang belum perna dilakukannya di tempat dengan tingkat resiko taruhan nyawa.

Kepada redaksi, Sopir Leonardus Langga mengisahkan jika mau dipikirkan lagi, menurut dia, keberanian untuk itu mungkin sulit terulang lagi, sebab medan sangat terjal dengan ketinggian sekitar 200 meter merayap tanpa mengetahui jalan yang layak dan bermodal naluri semata.

“Saya nekat turun ke bawah, sementara saudari yang tadinya bersama dengan kami yang membantu menunjuk jalan, dia ditugaskan lari ke kampung terdekat untuk memanggil siapa saja untuk datang menolong kami. Pa Wilson, putera dari korban, dia langsung drop lemah saat itu di atas puncak bukit yang sangat tinggi”, kata Sopir Leonardus Langga.

Dikisahkan, pencariannya sebagai orang pertama mulai dari puncak hingga pertengahan bukit tidak menemukan korban. Wilson putera dari korban lalu menaikan camera drone untuk mengetahui di mana posisi ibunya tergelatak. Namun usaha itu sia-sia, juga tetap tidak ditemukan.

Melihat drone mengitar di udara, Sopir Leonardus Langga spontan berpikir harus merebahkan beberapa rerumputan semak dengan tangan dan kakinya di antara badan bebukitan agar bisa diperoleh foto udara dari drone.

Aksinya bersama foto drone Wilson dari puncak bukit lagi-lagi sia-sia. Korban tidak ditemukan. Sopir Leonardus Langga memutuskan terus meyarap menuruni badan bukit hingga berhasil tiba dasar jurang. Tiba di dasar jurang ‘pertama dia mencari sekeliling namun tetap tidak ditemukan juga.

Tidak terasa air matanya menetesi pipi, tidak tertahan. Dia berteriak ibuuuuu, ibuuuuuuu, ibuuuuu. Teriakannya seolah sirna menghilang ditelan angin. Korban yang sudah dalam kondisi sekarat dan tidak sadar masih tersembunyi di balik semak belukar lokasi bukit yang akhirnya diketahui bukit itu bertuliskan kata pisah selamanya dari sang wisatawan domestik pencinta alam lalu menjejakan kakinya di tanah Ngada, Pulau Flores, alamarhum Nyonya Susiani Mailoa.

Kisah Sopir Leonardus Langga masih berlanjut. Setelah mencari keliling, dia pun berhasil menemukan korban berada di balik semak dan pepohonan kecil di lokasi kejadian. Sang Leonardus langsung mengangkat tubuh korban dengan basah air mata sambil terus mencoba memanggi ‘’Ibuuuuu.

“Saya gendong Ibu yang sudah dalam kondisi tidak sadar. Saya mengangkatnya dari balik semak dan menempatkan pada tempat yang sedikit baik. Signal HP di tempat itu ada beberapa garis. Pa Wilson tiba-tiba menelpon dan saya bilang Ibu sudah diketemukan. Pa Wilson menyuruh saya menaruh Handpone di telinga Ibunya dan dia memanggil dengan menangis dari atas puncak bukit. Ibu tidak bisa menjawab lagi hanya ada suara serak di tenggorokan namun sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Ibu masih hidup tetapi sudah dalam kondisi sekarat. Lalu Wilson menghentikan panggilan. Saya berteriak minta tolong dan berharap Wilson bisa menghubungi orang-orang dan juga berharap saudari yang tadi pulang ke kampung segera datang dengan bantuan. Saya duduk menangis dan terus memandangi Ibu sekitar 20 menit lamanya, lalu Ibu tarik nafas. Saya menangis tidak tertahan. Hanya saya sendiri dengan Ibu”, kisah Sopir Leonardus Langga.

Setelah beberapa menit berikutnya datanglah satu Anggota Polisi bersama warga. Mereka langsung menolong dan mulai berusaha bersama-sama mengangkat korban dari balik bukit jurang yang curam di tempat itu.

Catatan Redaksi, usai evakuasi Sopir Leonardus Langga menuju Kota Bajawa lalu menuju RSUD Bajawa, beberapa menit berikutnya langsung ke kantor Polres Ngada memberikan keterangan. Hingga malam harinya Sopir Leonardus Langga dan para saksi masih di Kantor Polisi ditemani awak media.

Sekitar Pkl 20.00 WITA, datanglah Anggota Polisi asal Langa Bajawa yang tadinya adalah salah satu Polisi yang tiba pertama di lokasi korban dan menemui Sopir Leonardus Langga di tempat kejadian.

Disaksikan redaksi, Polisi tersebut mengajak Sopir Leonardus Langga ke rumahnya untuk berganti baju dan berbaring sejenak setelah mengalami kisah duka dan juga melelahkan. Saat itu belum diketahui bahwa mayat langsung diberangkatkan pada malam pasca kejadian.

Awak media pamit menuju RSUD Bajawa guna melakukan pemantauan penanganan dan balik kediaman guna menaikan laporan kabar berita.

Tidak disangka mayat langsung diberangkatkan malam usai kejadian. Dikabarkan, karena tidak mendapatkan teman di perjalanan, Sopir akhirnya mengajak karyawan dan anak praktek di Hotel Edelweis Bajawa, Ngada. Sementara putera dari korban, Wilson menemani sopir mobil jenazah yang bergerak di depan dalam perjalanan. (red/)