Home Berita Nasdem Ende ‘Yosefa Regina Masi” Berbagi Peduli Kasih dengan Warga Bencana Gurusina

Nasdem Ende ‘Yosefa Regina Masi” Berbagi Peduli Kasih dengan Warga Bencana Gurusina

331
0

“Musibah Gurusina Ngada tidak boleh ditafsir hanya sebatas perkara musibah bagi warga Ngada, tetapi, kata dia, menjadi musibah bersama. Ditambahkan, sesungguhnya megalitikum tertua memesan arti dan nilai sejarah yang sangat penting atau bisa ditafsir pada ribuan tahun di masa lalu, tali temali, hubungan antar manusia antara satu dengan yang lain, termasuk Ende dan Ngada, kita bersaudara”

Ngada News – Bermukim di Jakarta, seorang Ibu asal Kabupaten Ende Flores, ‘Yosefa Regina Masi bertekad harus bisa bertemu langsung warga Perkampungan tertua megalitikum Gurusina Kabupaten Ngada dan akhirnya tercapai setelah melalui perjalanan panjang dan tiba di Kabupaten Ngada.

Pantauan media Ibu Yosefa Regina tiba di Perkampungan Lokasi Musibah Gurusina Ngada siang hari (16/8/2018) dan langsung menyaksikan kondisi real di lapangan sembari sapa sejumlah warga di lokasi musibah.

Berdasarkan data akurat dari pihak terkait, diketahui kehadiran Regina sebagai bagian dari Peduli Kasih untuk sesama yang membutuhkan. Secara sukarela Regina turut menyumbang berupa natura bagi warga Gurusina Ngada yang langsung diserahkan, meski Regina sendiri nampak enggan diketahui awak media.

“Duka Gurusina sudah menjadi pengetahuan bersama. Saya mengikuti perkembangannya melalui kabar pemberitaan sejak kejadian hari musibah. Gurusina juga sebagai salah satu ikon perkampungan tradisional megalitikum tertua, maka sepatutnya duka Gurusina tidak ditafsir sebagai duka kebakaran biasa, tetapi sebuah kehilangan besar setelah seluruh perkampungan bernilai sejarah yang sangat tinggi ini nyaris hangus total disapu kebakaran. Saya bermimpi untuk bisa menatap langsung Gurusina dan hari ini bisa terjawab”, ungkap ‘Yosefa Regina Masi.

Yosefa Regina berharap peduli kasih untuk musibah Gurusina Ngada tidak boleh ditafsir hanya sebatas perkara musibah bagi warga Ngada, tetapi, kata dia, menjadi musibah bersama. Ditambahkan, sesungguhnya megalitikum tertua memesan arti dan nilai sejarah yang sangat penting atau bisa ditafsir pada ribuan tahun di masa lalu, tali temali, hubungan antar manusia antara satu dengan yang lain, termasuk Ende dan Ngada, kita bersaudara dan saudara dekat. (red/)