Home Berita Menunggu Penegakan Hukum Atas ‘Kematian Charly Di Pantai Oesapa Kupang

Menunggu Penegakan Hukum Atas ‘Kematian Charly Di Pantai Oesapa Kupang

420
0
Orangtua Korban

Ngada – Sejak ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018), hingga Tanggal 8 Agustus 2018 pengungkapan penanganan hukum atas Kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, (alm) Carolino A. Sowo masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga duka maupun publik Nusa Tenggara Timur.

Dikabarkan sebelumnya, dua minggu penanganan kematian mahasiswa asal Bajawa Kabupaten Ngada belum terungkap. Ditemui di rumah duka, Boubou Kota Bajawa, Flores (7/8/2018), orangtua dan pihak keluarga duka menuturkan keyakinan kematian Charly merupakan murni pembunuhan dengan modus tertentu namun dengan memakai cara-cara pengalihan perhatian ataupun upaya penghilangan jejak oleh para pelaku. Pihak keluarga korban meminta Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Kelapa Lima Kupang-Nusa Tenggara Timur segera dapat mengungkap tuntas rahasia dibalik kematian putera mereka serta meringkus para pelaku pembunuhan untuk mempertanggunjawabkan perbuatan mereka di depan hukum.

Orangtua kandung korban, Pasutri Yakobus Sowo–Ibu Tandavatu M.J Januaria kepada Wartawan di Bajawa, Flores (7/8/2018) mengungkapkan harapan keluarga duka kepada Kepolisian Republik Indonesia dapat segera mengungkap fakta kebenaran dibalik kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa, (alm) Carolino A. Sowo.

“Sejujurnya kami meminta Polri mengungkap kematian ini dengan cara-cara profesional dan cepat, sebagaimana kepercayaan masyarakat Bangsa ini kepada pihak Polri yang profesional dan ahli dalam pengungkapan perkara. Janji Tanggal 3 Agustus 2018 sudah bisa memberikan informasi hasil penyelidikan namun tak kunjung digenapi, kami merasa hampa sebab bisa-bisa saja kematian putera kami berujung kabur dalam pengungkapan kebenaran fakta yang sesungguhnya. Kami minta keadilan atas nyawa anak manusia benar-benar ditegakkan dan diungkap tuntas”, ungkap orangtua korban, Yakobus Sowo–Ibu Tandavatu M.J Januaria.

Dikutip salah satu media online Nusa Tenggara Timur, dikabarkan, Polsek Kelapa Lima Kupang menginformasikan dari hasil otopsi diketahui sementara, korban diduga mati tenggelam. Namun akan terus dikembangkan lebih dalam terkait sebab musabab kematian korban.

Kesaksian keluarga korban menerangkan, sejak kecil hingga dewasa dan beranjak dari Bajawa Ngada pergi kuliah di Kota Kupang, bahkan ketika pulang berlibur semasa kuliah, korban (alm) Carolino A. Sowo dalam keseharian hidup tidak suka mandi laut, sebab korban sadar dirinya tidak menguasai kepandaian berenang, sehingga setiap kali diajak untuk mandi laut, kata keluarga, korban selalu menolak dan menghindar. Penemuan mayat korban di Pantai Oesapa Kupang, menurut pihak keluarga duka, sangat yakin merupakan aksi pembunuhan dengan upaya menghilangkan jejak ataupun alih perhatian dari pelaku atas pembunuhan yang dilakukan terhadap korban.  (red/)