Home Berita Tetes Air Mata ‘Turis Spanyol ‘Arina’ Sebut Musibah Gurusina Bencana Bersama

Tetes Air Mata ‘Turis Spanyol ‘Arina’ Sebut Musibah Gurusina Bencana Bersama

373
0

I’m Arina from Spain. I am very sad to see this condition. This is a disaster and sorrow for all of us

Ngada – Musibah kebakaran yang menghanguskan hampir semua rumah adat di obyek wisata unggulan perkampungan adat megalit Gurusina, Kecamatan Jerebuu, Ngada-Flores, Indonesia hingga hanya menyisahkan enam rumah saja, tidak sebatas menoreh sedih untuk Indonesia namun menjadi kesedihan bersama termasuk warga dunia, para Turis asing yang berkunjung ke Gurusina Ngada, Flores.

Liputan Redaksi media ini (15/8/2018) di lokasi bencana Gurusina Ngada, sejumlah Turis Asing langsung  menyambangi puing-puing atas memory kecantikan Perkampungan Adat Megalit Gurusina Ngada, Indonesia.

I’m Arina from Spain. I am very sad to see this condition. This is a disaster and sorrow for all of us”, ungkap Arina, wisatawan Spanyol dengan sedikit linang air matanya yang tidak terelak. Dikutip wawancara lapangan crew TVRI, TV One dan Metro TV di lokasi musibah Gurusina Ngada, Flores (14/8/2018).

Destinasi Gurusina Ngada diketahui sebagai Kampung Adat Tertua di Pulau Flores yang berada di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kampung adat yang satu ini mencatat record sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik minat begitu banyak wisatawan berkunjung ke Gurusina Ngada, baik wisatawan lokal maupun manca negara.

Deretan rumah-rumah adat dalam konstruksi keaslian tidak terusik zaman, yang dibangun berjejer dan berjenjang hingga menampakan sebuah pemandangan indah dan unik, merupakan pigura elok dan cantik alamiah dalam memory Gurusina Ngada Flores.

Musibah Gurusina Ngada adalah musibah bersama, demikianlah kata wisatawan manca negara, Arina asal Spanyol bersama sejumlah rekannya, untuk memastikan Gurusina milik Indonesia yang sudah sangat lama menembus mata dan hati dunia.

Dikabarkan, 27 Rumah Adat di Lokasi Obyek dan Aset Wisata Budaya Perkampungan Adat Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ludes terbakar. (red/)