Home Berita KOMMAS Ngada Desak Polda NTT Tangani Tiga Kematian Misterius Dan Kematian Charly...

KOMMAS Ngada Desak Polda NTT Tangani Tiga Kematian Misterius Dan Kematian Charly Sowo

1249
0
Ketua Kommas Ngada, CHR Roy Wattu

Jakarta News – Sedikitnya ada Tiga Kasus Kematian Misterius langsung mendapat sorotan serius Komite Masyarakat Ngada (Kommas) di Jakarta, yakni kasus Kematian Mahasiswa asal Ngada yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang, Charly Sowo (2018), berikutnya Adrianus Ria Soa (2013) dan Elisabeth Beku Raga (2012).

“Aparat Kepolisian baik Polres Ngada maupun Polresta Kupang belum menunjukan hasil kerja pengungkapan perkara dan meringkus para pelaku atas kematian nyawa manusia. Yang layak dinalar adalah kemana ujung penyelesaianya disaat publik mencaritau kehilangan nyawa manusia tersebut”, tegas Ketua Kommas Ngada Jakarta melalui surat resmi diterima redaksi media ini (22/8/2018).

Berdasarkan keterangan Pers resmi dilansir Kommas Ngada diterima juga oleh redaksi media ini,
terhadap deretan peristiwa yang masih berupa teka-teki diatas, Kommas Ngada menegaskan Polda NTT patut segera mengambil alih penuntasan kasus sesegera mungkin.

“Ada korban, petunjuk permulaan, saksi, peristiwa dan alur ceritanya, itu semua harus disingkap dalam wadah hukum sah di negara ini. Kalau ada persoalan dan hambatan, tidak perlu diam, supaya masyarakat tahu mampetnya di mana. Selanjutnya jika sudah beres, keluarga dari para korban pun bisa lega dan ikhlas, guna mengambil sikap termasuk menyelenggarakan tolak bala, sesuai tradisi masing-masing. NTT sarat dengan upaya kemanusiaan makanya jangan diam saja. Kepolisian harus maju satu langkah dalam menyelesaikan kasus”, ungkap Ketua Kommas Ngada, CHR Roy Wattu.

Sementaraitu, menurut salah satu tokoh dan juru bicara Kommas Ngada-Jakarta, Yoseph Godho, sudah waktunya Kepolisian Republik Indonesia atau Polri mengirim aparat yang berkualitas ke wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kami menduga NTT dan wilayah Indonesia Timur pada umumnya hanya mendapat petugas kelas dua yang tidak mampu bekerja efektif dan cepat. Sehingga banyak kasus mengendap bahkan menjadi teka-teki, seolah hukum di negara ini tanpa kuasa dan keahlian untuk membongkar kejahatan”, kata Yoseph Godho.

Kasus Human trafficking, ilegal mining dan korupsi, ungkap Yoseph Godho, adalah extraordinary crime, yang masif. Negara harus hadir lebih kuat Demi tegaknya martabat bangsa.

Ditegaskan Kommas memberi waktu kepada Polda NTT guna menangani kasus ini. Kemajuan hasil pengusutan dilaporkan kepada masyarakat melalui media. Jika tidak ada perkembangan Kommas mengancam akan mengadukannya ke Mabes Polri. Demikian pernyataan sikap Kommas Ngada Jakarta. (red/)