Home Berita Kesaksian : Sebelum Kejadian ‘Almarhum Mahasiswa Asal Bajawa ‘Mimpi Dibunuh Orang

Kesaksian : Sebelum Kejadian ‘Almarhum Mahasiswa Asal Bajawa ‘Mimpi Dibunuh Orang

128
0

Ngada – Ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018), Kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, (alm) Carolino A. Sowo, meninggalkan jejak kenangan dan catatan petunjuk hidup yang dialami langsung almarhum atas sebuah perjalanan bahkan teka-teki mimpi yang menghantuinya.

Sebuah kisah lain berhasil diliput beberapa wartawan Aliansi Jurnalis Televisi dibalik ziarah para wartawan ke tempat peristirahatan terakhir almarhum di Pekuburan Boubou Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores-NTT (8/8/2018)

Didampingi Sang Ayah alarhum korban, Ibu kandung korban, Ibu Tandavatu M. Januaria yang duduk disamping batu nisan puteranya (8/8/2018) menuturkan sebuah kisah lain sebelum peristiwa naas merenggut nyawa puteranya.

Lagi-lagi mengejutkan, pada awal Bulan Juli 2018 atau persis sebelum kejadian, sesungguhnya almarhum Carolino A. Sowo perna mengisahkan kegelisahannya dari Kota Kupang kepada Ibu kandungnya ‘bahwa dirinya bermimpi dibunuh oleh orang.

Berikut petikan curahan hati almarhum kepada Ibu kandung korban yang kemudian kembali dikisahkan Ibu kandung korban, Ibu Tandavatu M. Januaria disamping batu nisan puteranya (8/8/2018) kepada awak media (dokumen rekaman wawancara redaksi) :

Ma’ saya ni mimpi orang bunuh saya. Orang tikam saya. Orang tolak saya dari ketinggian.Mimpi yang sama terus menerus terjadi. Dalam satu minggu tuh yang tidak mimpi begini hanya dua malam. Saya mimpi orang bunuh saya. Orang tikam saya. Orang tolak saya dari ketinggian. Saya ni mimpi terus hal yang sama. Ema, saya ketakutan, Ema tolong ko…

Menurut Ibu Tandavatu M. Januaria, setelah mendengar puteranya mengisahkan mimpinya bahwa dia melihat dirinya dibunuh oleh orang, sang Ibu langsung bertanya apakah engkau malas berdo’a. Almarhum menjawab selalu rajin berdo’a dan menyerahkan pertolongan kepada Allah. Dalam kegelisahan yang sama, Ibu kandung memaksa puteranya untuk segera pulang ke Bajawa, sebab mimpi yang sama terus terjadi, bisa-bisa merupakan pratanda yang tidak baik untuk keselamatan puteranya. Namun tawaran sang ibu tidak bisa dipenuhi sang putera sebab sedang dalam fase pemenuhan skripsi kampus dan dengan pertimbangan sang putera agar tidak tertunda penyelesaian perkuliahannya di Kota Kupang.

Terhadap kondisi demikian, tutur Ibu kandung korban, pihak keluarga memesan wajib waspada dan juga diperingatkan agar harus lebih banyak berada di dalam kost, jangan sering keluar rumah. Permintaan orangtua disanggupi almarhum dengan berjanji bahwa dirinya akan selalu waspada dan akan lebih banyak berada dalam kost mengerjakan tugas dan materi yang harus segera rampung.

Setelah memberikan arahan dan nasehat kepada puteranya yang berada di Kota Kupang, tambah Ibu Tandavatu M. Januaria, selain berdo’a ujud khusus bagi puteranya, pihak keluarga juga menempuh upaya ritual adat dalam tradisi Ngada yang disebut dengan upacara Leu. Jenis upacara adat untuk menolak hal-hal yang dianggap tidak baik yang bisa saja menimpa dan mengancam keselamatan manusia. Pihak keluarga menempuh sejumlah upaya untuk bisa menyelamatkan putera mereka dari ancaman keselamatan hidup di Kota Kupang.

Pihak keluarga tidak menyangka bahwa kegelisahan atas mimpi yang terus menerus dialami, tidak berselang waktu lama justeru keluarga besar menerima kabar putera kesayangan mereka hilang dari kost, selanjutnya putera mereka (Alm) Carolino A. Sowo ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018).

Diberitakan sebelumnya, Kematian Mahasiswa Asal Bajawa, Kapolresta Kupang Jawab Konfirmasi Pers.

“Saya masih minta paparan Penyidik ke saya, harusnya tadi tetapi saya tunda karena ada kegiatan yang mendesak hari ini. Kalau sudah gelar di saya, nanti kita jelaskan ke publik ya”, kata Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon.CN menjawab pesan singkat awak media dari Kota Bajawa. (red/)