Home Berita Kematian Mahasiswa Bajawa, DPRD Ngada Dorothea Siap Ajak DPRD Bersikap

Kematian Mahasiswa Bajawa, DPRD Ngada Dorothea Siap Ajak DPRD Bersikap

480
0

Ngada – Proses penanganan pengungkapan kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, Carolino A. Sowo yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018), mulai menjadi perhatian unsur Pimpinan Lembaga DPRD Ngada atau daerah kelahiran korban Carolino A. Sowo.

Dengan menyatakan secara tegas mendukung Polri, Polda Nusa Tenggara Timur, Kapolresta Kupang Kota dan Kapolsek Kelapa Lima Kupang bekerja sungguh-sungguh mengungkap dan mengusut tuntas kematian yang sangat mengenaskan, Wakil Ketua I DPRD Ngada, Ibu Dorothea Dhone menjawab pertanyaan sejumlah Wartawan di depan Kantor DPRD Ngada, Kota Bajawa-Flores (7/8/2018) mengungkapkan Lembaga Dewan Kabupaten Ngada turut berduka secara mendalam atas kepergian salah satu warga Ngada (alm) Carolino A. Sowo serta langsung menyatakan akan mengajak rekan-rekannya di Lembaga DPRD Ngada bersikap menaikan atensi kinerja terhadap penanganan kinerja hukum atas kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa-Ngada, (alm) Carolino A. Sowo.

“Duka dan kehilangan dari saya secara pribadi bersama keluarga besar serta seluruh konstituen Golewa maupun Masyarakat Kabupaten Ngada atas kematian mengenaskan Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa, ananda Carolino A. Sowo. Ini sebuah kejadian yang sungguh menyayat hati siapapun dan patut menjadi perhatian serius seluruh pihak di Provinsi NTT terhadap seluruh proses pengungkapan kebenaran dibalik fakta. Saya berinisiatif segera mengajak rekan-rekan Perwakilan untuk menyatakan atensi serius atas penanganan perkara dengan mendukung Kepolisian Republik Indonesia bertindak profesional dalam pengungkapan perkara”, tegas Wakil Ketua I DPRD Ngada, Perutusan Nasdem, Dorothea Dhone.

Dikabarkan sebelumnya, PADMA Indonesia pantau penanganan kematian Charly, Mahasiswa Bajawa di Kupang. Ditegaskan, Terhadap proses pengungkapan yang masih teka-teki ini, Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia melalui Direktur PADMA, Gabriel Goa di Jakarta kepada Redaksi (8/8/2018) mengungkapkan kematian Charly patut diduga kuat merupakan kematian tidak wajar sehingga sangat membutuhkan Autopsi dari Ahli Forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban apakah meninggal wajar ataukah tidak wajar.

“PADMA Indonesia terpanggil untuk mendukung Polda Nusa Tenggara Timur, khususnya Polsek Kelapa Lima Kupang mengungkap dan mengusut tuntas penyebab kematian korban. Maka kami dari Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia menyampaikan duka mendalam atas kematian yang sangat mengenaskan dari korban (alm) Carolino A. Sowo serta dengan rendah hati mengajak jiwa Charly untuk membantu bersama mengungkap secara terang benderang penyebab kematian dirinya”, ungkap Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa.

Ditambahkan, PADMA Indonesia mendukung Polda Nusa Tenggara Timur, Kapolresta Kupang Kota dan Kapolsek Kelapa Lima Kupang untuk bekerja sungguh-sungguh dalam mengungkap dan mengusut tuntas kematian yang sangat mengenaskan dari korban (alm) Carolino A. Sowo, baik melalui hasil autopsi ahli forensik maupun melalui penyelidikan lengkap dengan mengambil semua keterangan para pihak yang berhubungan dengan korban semasa hidupnya. (red/)