Home Berita Inilah Rinto Si Penyelamat Nenek Tua Dari Kobaran Api Rumah Pertama Kebakaran...

Inilah Rinto Si Penyelamat Nenek Tua Dari Kobaran Api Rumah Pertama Kebakaran Kampung Gurusina

321
0

Ngada News – Dibalik Musibah Kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh isi perkampungan Gurusina Ngada, Rinto adalah orang pertama yang bergegas dari tidurnya sebagai tetangga rumah perkampungan yang melihat adanya kobaran api berawal dari dalam rumah kejadian kebakaran awal.

Ditemui langsung redaksi media ini (14/8/2018) di Perkampungan Gurusina Ngada, Rinto yang juga seorang tenaga Guru di wilayah itu menuturkan kisah kejadian yang begitu cepat menyambar dan menghanguskan rumah-rumah warga permukiman Gurusina Ngada.

“Saya sedang baring-baring dalam kamar rumah saya. Jaraknya tidak jauh sebab konstruksi perkampungan berbentuk melingkar dalam satu kawasan. Saya menengok ke arah rumah yang terbakar pertama kali dan melihat ada api. Saya tau di dalam rumah itu ada nenek tua yang tinggal disitu. Saya langsung lompat dari tempat baring dan lari ke tempat kejadian. Kobaran Api sudah menyala sebagian besar. Saya langsung gendong Nenek tua dalam rumah kebakaran menuju keluar dan berhasil menolong. Sedikit luka dan memar di punggung saya ini, tetapi saya rasa bahagia bisa menyelamatkan nyawa sesama”, kisah Rinto.

Rinto tidak mengetahui penyebab kebakaran sebab setelah itu Rinto langsung berupaya untuk penyelamatan lainnya. Menurut dia, pada saat kejadian, perkampungan benar-benar sepih seolah tanpa penghuni. Sebagian warga kampung tengah berada di kampung tetangga menyaksikan jalannya kegiatan perlombaan menyongsong Dirgahayu RI ke 73 Tahun 2018.

Setelah kobaran api mulai rambah rumah-rumah lainnya baru warga kampung berdatangan, namun sebagian rumah yang sudah tersambar kobaran api tidak bisa diselamatkan seluruh harta asset apapun yang ada di dalamnya.

Rinto memastikan kobaran api sangat cepat merambah rumah-rumah dalam perkampungan, sebab saat kejadian kebarakan, juga disertai angin yang lumayan kencang.  Syukurnya dalam kejadian ini, kata Rinto, tidak ada korban nyawa manusia.

Kejadian kebakaran menurut Rinto, terjadi sekita Jam 4.10 menit waktu setempat. Kehadiran regu penolong dari Kota Bajawa dengan menempuh jarak dan waktu jauh, kata dia, sekitar jam 5.00 lewat atau terlambat sehingga tidak bisa menolong perkampungan dari amukan jago merah (api) yang merambah begitu cepat dari titik kebakaran pertama.

Rinto sendiri adalah pria asal Mataloko-Ngada yang mengabdi sebagai Guru dan tinggal di Perkampungan Gurusina sudah sangat lama serta mencintai Gurusina dalam tugas karyaannya sebagai seorang Tenaga Pengajar Bidang Pelayanan Pendidikan di Kabupaten Ngada, Pulau Flores-Nusa Tenggara Timur. (red/)