Home Nasehat Pernikahan Rambu Pernikahan: Hirarki Kebutuhan (Edisi IV)

Rambu Pernikahan: Hirarki Kebutuhan (Edisi IV)

1084
0

Rambu Pernikahan 4:
Hirarki Kebutuhan

Istri: Apakah hatimu masih berdebar ketika melihat saya?
Suami: Tunggu, saya pikir dulu. Ehm…tiga tahun kita pacaran + empat tahun kita menikah. Kalau hatiku berdebar melihatmu, ada dua kemungkinan: pertama, saya sedang selingkuh; kedua, ada yang tidak beres dengan jantungku.
Kata orang, cinta adalah hal yang membuat Anda dan pasangan Anda ‘gila’ sehingga Anda berdua memutuskan untuk segera menikah. Katakanlah, suami A memiliki 3 hal dari 5 hal yang didambakan isterinya. Demikian pula sebaliknya. Mereka merasa cocok dan memutuskan untuk menikah. Setelah empat tahun, muncul kekeringan dalam relasi. Tidak ada lagi ‘getaran’ seperti yang dulu dialami saat pacaran. Mengapa?

Kekeringan ini adalah symptom yang berakar pada masalah pemenuhan kebutuhan. Perilaku manusia, dalqm konteks ini: hasrat dan rasa cinta, sangat ditentukan oleh hal-hal yang dapat memicu pemenuhan kebutuhannya. Jika dibalik, maka berarti: hal yang dapat memenuhi kebutuhan Anda, itulah yang akan menggiring perilaku Anda. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, maka daya picu hal-hal tersebut akan hilang/berkurang. Nah, tiga hal yang mengikat pasangan di atas, setelah terpenuhi, akan menjadi hal yang biasa, kehilangan daya untuk memantik hasrat dan rasa cinta. Itulah yang terjadi, itulah masalahnya.

Lanjutannya mudah ditebak. Secara naluriah, orang akan mengejar hal-hal yang dapat mengisi kebutuhan yang belum terpenuhi. Jika suami atau isteri menemukannya pada pribadi lain di luar pernikahan, maka lampu merah menyala. Orang ketiga itu bisa jadi dapat mengisi satu atau dua kebutuhan tersisa. Bisa juga (ini penting karena jarang disadari), orang itu dapat mengisi tiga kebutuhan pertama dengan cara yang lain sehingga menimbulkan sensasi baru yang berbeda dari apa yang biasa diperoleh dari pasangan.

Semoga bermanfaat…

Oleh: Mans Watun, CSSR