Home Berita Dua Minggu Penanganan Kematian Mahasiswa Asal Bajawa ‘Belum Terungkap

Dua Minggu Penanganan Kematian Mahasiswa Asal Bajawa ‘Belum Terungkap

724
0

Ngada – Dua Minggu pasca ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018), kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, Carolino A. Sowo atau biasa disapa Charly, proses pengungkapan kematian oleh penanganan Polsek Kelapa Lima Kupang-Nusa Tenggara Timur, masih terus berjalan dan belum ada kepastian hasil-hasil penanganan atas teka-teki kematian ataupun dugaan pelaku pembunuhan hingga menyebabkan nyawa korban melayang ditemukan tewas di Pantai Oesapa Kupang.

Ditemui di rumah duka, Boubou Kota Bajawa, Flores (7/8/2018), orangtua dan pihak keluarga duka menuturkan keyakinan kematian Charly merupakan murni pembunuhan dengan modus tertentu namun dengan memakai cara-cara pengalihan perhatian ataupun upaya penghilangan jejak oleh para pelaku. Pihak keluarga korban meminta Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Kelapa Lima Kupang-Nusa Tenggara Timur segera dapat mengungkap tuntas rahasia dibalik kematian putera mereka serta meringkus para pelaku pembunuhan untuk mempertanggunjawabkan perbuatan mereka di depan hukum.

Dengan derai air mata, kedua orangtua kandung dari korban, Pasutri Yakobus Sowo–Ibu Tandavatu M.J Januaria, mengungkapkan, pihak Penyidik menjanjikan pada tanggal 3 Agustus 2018 akan memberikan informasi hasil-hasil penyelidikan atas kematian tidak wajar yang merenggut nyawa putera mereka, namun hingga tanggal 7 Agustus 2018 belum ada tanda-tanda perkembangan informasi serta peningkatan progres penanganan atas kasus kematian Carolino A. Sowo.

“Allah Maha Besar melihat semuanya dengan mata Nya. Putera kami telah menjadi korban pembunuhan oleh pelaku-pelaku yang sampai saat ini masih berkeliaran bebas di luar rumah. Kami percaya dan kami meminta Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Sektor Kelapa Lima Kupang dapat mengungkap tuntas perbuatan para pelaku. Sebelum ini kami sudah mendapat informasi bahwa tanggal 3 Agustus 2018 pihak Penyidik memberikan informasi hasil dan perkembangan penanganan kasus, namun sampai dengan saat ini belum ada pemberitahuan jalan perkembangan pengungkapan atas kematian ini. Kami minta Polri bertindak profesional dalam pengungkapan kasus ini. Kami berdoa dan mendukung penuh pihak Kepolisian untuk pengungkapan kematian putera kami”, ungkap Ayah Kandung Korban, Yakobus Sowo bersama keluarga duka yang ditinggalkan.

Dikutip dari sejumlah pemberitaan viral Nusa Tenggara Timur, korban ditemukan tewas di Pantai Oesapa Kupang (24/7/2018). Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Titus Uly Kupang dan diidentifikasi Tim Inafis Polres Kupang. Jasad korban diotopsi pada hari Selasa (24/7/2018) dengan dihadiri ayah kandung korban, pihak keluarga dan sahabat korban.

Pihak keluarga korban menuturkan, sejak kecil hingga dewasa dan beranjak dari Bajawa Ngada pergi kuliah di Kota Kupang, bahkan ketika pulang berlibur semasa kuliah, korban (alm) Carolino A. Sowo dalam keseharian hidup tidak suka mandi laut, sebab korban sadar dirinya tidak menguasai kepandaian berenang, sehingga setiap kali diajak untuk mandi laut, kata keluarga, korban selalu menolak dan menghindar. Penemuan mayat korban di Pantai Oesapa Kupang, menurut pihak keluarga duka, sangat yakin merupakan aksi pembunuhan dengan upaya menghilangkan jejak ataupun alih perhatian dari pelaku atas pembunuhan yang dilakukan terhadap korban.

Dikutip salah satu media online Nusa Tenggara Timur, dikabarkan, Polsek Kelapa Lima Kupang menginformasikan dari hasil otopsi diketahui sementara, korban diduga mati tenggelam. Namun akan terus dikembangkan lebih dalam terkait sebab musabab kematian korban.

Terhadap kematian korban (alm) Carolino A. Sowo, keluarga duka berharap Polri dapat segera mengungkap tuntas modus kematian korban melalui azas kepastian hukum dan rasa keadilan bagi pihak korban bersama keluarga duka yang ditinggalkan. (red/)