Home Berita Calon TKW Asal Nagekeo Flores Dianiaya ‘Diduga Akibat Menolak Libido Perekrut

Calon TKW Asal Nagekeo Flores Dianiaya ‘Diduga Akibat Menolak Libido Perekrut

86
0

Jika MN menolak, Pelaku berlaku kasar, tidak segan-segan pelaku memukul, menendang korban. Perbuatan pelaku terjadi berulang kali setiap hasrat pelaku datang”.

Nagekeo – Lagi-lagi naas menimpa seorang Calon Tenaga Kerja Wanita di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kali ini TKW berinisial MN (23Th ) dari Dusun C, Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo ditemui pulang kampung usai dianiaya pelaku. MN mengaku perilaku Perekrut selalu menganiaya dan melecehkan dirinya. Modus pelaku, kata MN adalah libido liar oknum perekrut alias pelaku yang selalu memaksa dirinya harus melayani nafsu bejatnya.

Terhadap kekejian perbuatan Pelaku, korban MN membuka secara terang benderang kepada wartawan (9/8/2018) bahwa identitas pelaku adalah MK, pria asal Boawae. Sementara TKP, tandas MN, terjadi di Tempat Penampungan di Kupang, persisnya di rumah BB. Peta TKP atau rumah BB, menurut dia, berada tepat di belakang Gedung Keuangan, Wali Kota Kupang.

Awalnya MN memilih menjadi Calon TKW untuk menata ekonomi keluarga usai lulus SMA di Kota Ende namun tidak dapat meneruskan sekolah ke jenjang Perguruan Tinggi akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Sebelumnya MN pernah bekerja si sebuah Koperasi Harian dengan honor Satu Juta per bulan. Namun, tutur MN, sekitar tiga bulan ia bekerja, pada Bulan Mei 2018 ia didatangi MK alias pelaku. Kehadiran MK menawarkan jasa bekerja di Jakarta dengan iming-iming honor Rp 3 juta/bulan.

“Tubuh saya ini penuh  luka memar. Sakit yang lebih parah di tulang paha dan kepala akibat ditendang, dilapis tembok saat dipaksa layani hubungan intim dengan dia” ungkap korban MN.

Dari situlah kisah MN diduga mulai diperdayai Pelaku. MN akhirnya mengikuti Pelaku menuju Jakarta namun tidak sesuai dengan pembicaraan Pelaku, MN justeru dibawa ke Kupang. Pelaku melancarkan tipuan bahwa harus ke Kupang sebab ada teman-teman lain menunggu untuk bersama ke Jakarta. Di tempat itulah MN harus melayani libido sang perekrut berulang kali dan tidak berdaya melawan kekuatan otot dan fisik sang pelaku.

Jika MN menolak, tambah korban, Pelaku berlaku kasar terhadap dirinya. Bahkan tidak segan-segan pelaku memukul, menendang korban. Perbuatan pelaku terjadi berulang kali setiap hasratnya datang.

“Meski dalam kondisi sakit, MK terus memaksa saya agar wajib berhubungan intim dengan dia. Setelah berhubungan intim, dia menganiaya saya. Saya sempat minta tolong tapi orang-orang di rumah itu tidak ada yang membantu saya. Bahkan mereka nonton apa yang dilakukan MK” kata korban MN.

MN baru berhasil lolos kembali ke kampung pada Bulan Juni 2018 diantar oleh pelaku namun tidak diantar ke rumah orangtua korban. MN diantar ke seorang warga di Aemali, Kecamatan Boawae. Di rumah inipun MN masih sempat dipukul dan ditendang pingsan. Pemilik rumah akhirnya mengantar korban ke rumah orang tuanya, lalu kejadian ini berhasil dipertemukan dengan para awak media dan dikisahkan kepada wartawan. (sumber : ARTvox ntt) – red/)