Home Renungan Harian Deus est Bonus

Deus est Bonus

370
0

Rabu, 22 Agustus 2018
Pw SP Maria, Ratu
Pekan Biasa XX
¤ Yeh 34:1-11
¤ Mzm 23:1-3a,3b-4,5-6
¤ Mat 20:1-16a

– Allah itu Baik –
“Allah itu baik; Allah itu baik; Allah itu baik; amat baik bagi saya.” Pujian sederhana yang dinyanyikan dengan semangat ini mengungkapkan arti dasar dari perumpamaan “orang-orang upahan di kebun anggur” yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya.
Adapun perumpamaan ini menceritakan tentang

1. Panggilan Allah
Para pekerja di kebun anggur diartikan sebagai manusia yang berdosa dipanggil untuk menjadi orang percaya tanpa memandang usia dan waktu karena semua dipanggil untuk mendapat keselamatan.
Di sinilah kita diajak menyadari bahwa panggilan ini atas inisiatif Allah sendiri disepanjang masa sejak manusia jatuh ke dalam dosa untuk menyelamatkan manusia agar tidak jatuh ke dalam penghukuman kekal.

2. Kasih Karunia Allah
Panggilan Allah sama sekali tidak berhubungan dengan usaha manusia maupun sebaliknya ketiadaan usaha manusia melainkan semata-mata atas Kasih Karunia Allah. Allah tidak memperlakukan manusia atas dasar “satu perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik yang lain”. Kasih Karunia Allah tidak dapat dibagi secara sederhana menjadi jumlah proporsi yang sudah diatur dengan rapi menurut jasa yang telah dikumpulkan seseorang. Inilah karakteristik yang mendasar di dalam Kerajaan Surga.
Di sinilah kita diajarkan bahwa Kerajaan Surga bebas dari birokrasi, aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia.
Kasih karunia Allah penuh dan bebas untuk semua orang yang datang kepada-Nya di dalam iman. Dan semua yang menerima kasih karunia ini menyatakan bersama-sama dengan Pemazmur:
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mzm 107:1)

3. Kebaikan Allah
Fokus perumpamaan ini bukan pada hubungan pekerja dan bukan soal memberikan gaji yang adil, tetapi pada kebaikan Allah yang dengan bebas memberikan karunia yang baik kepada manusia. Perumpamaan ini sungguh-sungguh menggemakan sebaris kalimat dari salah satu bagian Mazmur Daud, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu … ” (Mzm 34:9).
Di sinilah Yesus mau memberi peringatan pada murid murid-Nya agar tidak memiliki perasaan iri dan dengki, karena keselamatan adalah berkat Kasih Karunia Allah, Anugerah Allah, bukan imbalan dari perbuatan dan lamanya kita menjadi orang kristen.
Saudaraku, marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan agar mampu berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berjuang untuk menjadi semakin bijak. Amin.