Home Berita Dari Wilayah Tertinggal ‘Charles Beraf Persembahkan Tulisan Bagi Dunia

Dari Wilayah Tertinggal ‘Charles Beraf Persembahkan Tulisan Bagi Dunia

602
0
P. Chales Beraf, SVD
P. Chales Beraf, SVD

Ende News – LEBIH DARI BATAS. Telaah atas Filsafat Pendidikan John Dewey, oleh Charles Beraf.

Demikian kira-kira Pastor Charles Beraf, SVD dalam kutipan persembahan tulisan yang tengah dikerjakan, sedikit waktu lagi  rampung sebagai salah satu karya pencerahan bagi dunia.

“Elang Detukeli – Barangkali sebulan lagi karya ini tuntas. Menulis di sini butuh kesabaran. Baru semenit dua saja membungkuk di meja tulis, ketukan sudah terkuping dari pintu kamar: “Tua, latu perlu”! Dan saya hanya bisa bergumam:”Kalau begini terus, kapan buku selesai ditulis. Listrik saja pake ngemis 3 jam-an”, cuitan Charles Beraf melalui akun pribadinya (31/8/2018).

Meski hidup dalam serba keterbatasan, seperti ketiadaan penerangan Listrik PLN, kesulitan akses jalan raya yang layak pakai, masalah air minum bersih masih menjadi nyanyian tak bertepi warga di sejumlah titik Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Flores-Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah parade  ketertinggalan lainnya, semuanya bukan pembatas Sang Penulis, Pastor Charles Beraf untuk terhenti langkah, berkarya, berkarya dan terus berkarya bagi peradaban dunia.

Betapa tidak, Charles Beraf sang pemikir, penulis dan pekerja tangguh dengan usia yang masih cukup muda, diketahui telah menghasilkan deretan karya besar termasuk karya buku bagi dunia.

Tidak hanya bergelut seputar dunia tulis menulis, Charles Beraf yang juga dikenal aktifis kemanusiaan, aktifis lingkungan dan masih banyak lainnya, juga bergerak dalam bidang seni termasuk  panggung sastra tanah air hingga melalang buana tembus manca negara.

Charles Beraf Putera asal Lamalera, tanahnya para Pawang Ikan Paus, Kabupaten Lembata – NTT, kini tengah membangun bersama rakyat-warga-umat di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, persisnya sebagai Pastor Paroki Roh Kudus Detukeli.

Charles Beraf sang motivator unggul dicintai segenap warga Kecamatan Detukeli-Ende, Flores.

“Tapi Tuhan barangkali sedang menguji semaksimal mana batas energi yang harus saya tunjukkan. Tanpa aliran PLN,rupa rupa keperluan umat dll membuat saya ekstra tenggelam dalam waktu yang sangat kepepet – serupa Bougenvil yang berjuang untuk tetap juga harus bertumbuh di atas karang Kupang. Menyerah adalah pilihan paling buruk. Dan itu hanya terjadi pada mereka yang suka cari gampang dan nyaman: Fight, fight, and fight! Don’t give up!”, tandasnya. (red/)