Home Berita Cleaning Service Taman Bung Karno Ende Sebut Tidak Ada Perhatian

Cleaning Service Taman Bung Karno Ende Sebut Tidak Ada Perhatian

439
0
Kalianus Nusa Nipa
Kalianus Nusa Nipa

Ende News – Pengasingan Soekarno ke Kota Ende di Pulau Flores dengan menumpang Kapal Jan van Riebeeck oleh ambisi Pemerintahan Hindia Belanda dalam kisah delapan hari mengarungi samudera, meninggalkan jejak dan nilai-nilai sejarah yang sangat tinggi di Kota Ende. Kala itu Sukarno berusia 35 Tahun (14 Februari 1934) dibuang atas kebijakan Penjajah atau disebut penjara terbuka.

Sejak itu Ende menjadi tempat Soekarno terisolasi dari kegiatan politiknya. Penjajah memiliki kepentingan mengasingkan Soekarno dari berbagai jaringan kekuatan komunikasinya agar terputus dan dirancang untuk mematikan karier politik Soekarno. Soekarno dibuang ke Ende bahkan dengan tanpa dukungan sarana prasarana.

Salah satu situs peninggalan Soekarno di Kota Ende adalah tempat permenungan nilai-nilai Pancasila oleh Soekarno di bawah pohon Sukun. Lokasi ini lalu diabadikan sepanjang sejarah.

Kepada redaksi media ini, salah satu pekerja di Taman Pikir Bung Karno kota Ende, Kalianus Nusa Nipa didampingi lima orang kawannya yang juga bekerja di Taman Pikir Soekarno (29/8/2018) menguraikan perasaan dan catatan mereka atas perhatian yang dikerjakan untuk Taman Pikir Soekarno di kota Ende yang mereka sebut dengan istilah Taman Pikir Tidak diperhatikan.

“Nama saya Kalianus Nusa Nipa. Kami sekitar enam orang yang bekerja di sini. Kalau sesuai SK, kami adalah Cleaning Service Taman Pikir Soekarno Kota Ende. Kami bekerja di bawah naungan Dinas PKPO. Kami ini adalah Pegawai Swasta. Saya kerja di sini mulai Tahun 1996. Upah bulanan kami waduhhhh bisa dibilang memprihatinkan. Padahal ini kan tempat bersejarah. Semua orang pasti tau tempat ini. Tapi sayang, perhatian tidak serius. Menurut saya, selain minimnya perhatian tentang upah, ini kan tempat bersejarah. Coba lihat sendiri kondisi tempat ini. Silahkan foto biar semua bisa tau. Padahal berapa sih luas lahan ini. Tidak begitu luas ko. Tapi sayang, tempat ini tidak diperhatikan”, ungkap Cleaning Service Taman Pikir Soerkano kota Ende, Kalianus Nusa Nipa didampingi rekan-rekan kerjanya.

Dalam kejadian ini, Kalianus Nusa Nipa didampingi rekan-rekan kerjanya menuturkan ketegasan mereka di hadapan para pengunjung yang datang melihat Taman Pikir Soekarno Kota Ende (29/8/2018).

Ditambahkan Kalianus Nusa Nipa dan rekan-rekan kerjanya, jika tanggal 1 Juni tiba, semua orang berbondong-bondong datang ke Taman Pikir Soekarno, tetapi kalau mau dilihat bagaimana managemen perhatian termasuk upah, lanjut dia, ya, mempritahinkan. “Yaaaa begini-begini saja”, kata Kalianus Nusa Nipa.

Jika sudah habis tanggal 1 Juni ya habis. Saya ini orang muda. Saya cukup lama kerja di sini dan saya sangat prihatin. Dari tahun ke tahun sama saja. Tidak ada perhatian serius dari Pemda yang ada di sini. Ini situs Pancasila ko begini-begini saja kemasannya, tutup Kalianus Nusa Nipa bersama rekan-rekan kerjanya di Taman Pikir Soekarno Kota Ende, Flores-NTT. (red/)