Home Berita Sidang Adjudikasi PKPI Vs KPUD Ngada Hadirkan Enam Saksi

Sidang Adjudikasi PKPI Vs KPUD Ngada Hadirkan Enam Saksi

357
0

Ngada – Proses Gugatan PKPI Ngada terhadap KPUD memasuki Sidang Adjudikasi Tanggal 27 Juli 2018 dipimpin langsung Ketua Panwaslu Kabupaten Ngada, Bastian Fernandez bersama Komisioner Panwas Yohana Maria Leba dan Timotheus Epifanus Eli Sebo. Gelar persidangan Adjudikasi berlangsung di ruang rapat Lantai Dua Aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada (27/7/2018).

Persidangan berjalan kondusif sebagaimana agenda yang dijadwalkan. Sidang dibagi dalam dua sesi, sesi pertama Pukul 11.00 WITA pemeriksaan alat bukti dan saksi pemohon. Berikutnya sesi kedua Pukul 16.00 WITA pemeriksaan alat bukti dan saksi termohon. Persidangan Adjudikasi menghadirkan secara keseluruhan ada enam saksi dari kedua pihak, diantaranya PKPI menghadirkan dua orang saksi, sedangkan empat saksi lainnya dihadirkan dari pihak KPUD Ngada.

Fakta persidangan, Saksi PKPI Ngada menerangkan DPW PKPI Provinsi Nusa Tenggara Timur menginformasikan kepada PKPI Ngada bahwa SK PKPI Ngada sudah dimasukan kepada KPU RI secara bersamaan dengan SK PKPI Kabupaten Ende dan PKPI Kabupaten Malaka. Dengan asumsi ini, menurut PKPI Ngada, data perubahan PKPI Ngada sudah tercatat dalam website KPU RI atau sebagaimana PKPI Kabupaten Ende dan PKPI Kabupaten Malaka yang sudah dinyatakan lolos mengikuti Pemilu Legislativ Tahun 2019. Terhadap kesaksian ini PKPI Ngada juga menunjukan tanda bukti dari KPU Pusat kepada Majelis Sidang Adjudikasi di Bajawa.

Sementaraitu menurut Saksi Operator Silon KPUD Ngada, menerangkan pada hari terakhir pendaftaran Tanggal 17 Juli 2018, hingga Pukul 24.00 WITA, acuan Data Website KPU RI jelas-jelas tertera Kepengurusan PKPI Ngada adalah atas nama Arnoldus Keli Nani.  Saksi KPUD Ngada membenarkan bahwa sekitar Pkl 23.55 WITA Tanggal 17 Juli 2018, dalam data Website KPU RI memang ditemukan ada perubahan diturunkan Dua Surat Keputusan baru, yaitu Surat Keputusan PKPI Kabupaten Ende dan Surat Keputusan PKPI Kabupaten Malaka. Sedangkan untuk Kabupaten Ngada, diterangkan Saksi KPUD Ngada, tidak mengalami pergantian Surat Keputusan, sehingga dengan demikian KPUD Ngada memutuskan mencoret PKPI Ngada sebagai peserta Pemilu.

Saksi KPUD Ngada mengungkapkan, SK PKPI Kabupaten Ngada baru terbaca dalam Website KPU RI pada tanggal 19 Juli 2018. Sementaraitu kalau untuk versi data Silon dari KPUD Ngada, Saksi KPUD Ngada memastikan pihak KPUD Ngada sudah memasukan data PKPI Ngada yang baru dan dinyatakan lengkap, namun data yang sudah diinput oleh pihak KPUD Ngada tidak sinkron atau berbeda dengan data yang ada dalam Website KPU RI.

Proses persidangan dilanjutkan tanggal 28 Juli 2018, di ruang rapat Lantai Dua Aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada. (red//)