Home Berita KPUD Ngada Jelaskan Pencoretan PKPI

KPUD Ngada Jelaskan Pencoretan PKPI

292
0
Ketua KPUD Ngada, Stanislaus Neke

Ngada, News – Kepada awak media di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Flores (25/07/2018) Ketua KPUD Ngada, Stanislaus Neke memberi penjelasan singkat terkait keputusan KPUD Ngada mencoret PKPI dari daftar Partai Politik peserta Pemilu Legislativ tahun 2019 di Ngada. Menurut dia, PKPI Ngada sudah mendaftar di KPUD Ngada pada hari terakhir batas waktu pendaftaran tanggal 17 Juli 2018, namun setelah diteliti ulang oleh pihak KPUD, struktur kepengurusan yang dimasukan PKPI Ngada tidak sesuai dengan data struktur PKPI Ngada yang tertera dalam Wesbsite KPU RI.

KPUD dalam petunjuk pelaksanaan verifikasi Parpol peserta Pemilu, kata Ketua KPUD Ngada, Stanislaus Neke, harus selaras memenuhi sinkronisasi data dengan data yang ada dalam Website KPU RI. Ditambahkan, dalam Website KPU RI tertanggal 17 Juli 2018, kepengurusan PKPI Ngada atas nama Ketua Arnoldus Keli Nani, sedangkan data yang dimasukan PKPI Ngada kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Ngada atas nama orang lain.

Ditambahkan, siang harinya pada tanggal 17 Juli 2018 usai menerima berkas pendaftaran dari PKPI, sudah diingatkan oleh KPUD Ngada untuk berkoordinasi cepat dengan struktur PKPI tingkat teratas, guna  memasukan data perubahan kepada KPU RI di Jakarta dan dilansir dalam website KPU RI sebelum batas waktu terakhir tengah malam.

“Bersama sejumlah Parpol lainnya, PKPI Ngada mendaftar pada batas hari terakhir masa pendaftaran tanggal 17 Juli 2018. Setelah dilakukan penelitian dokumen ditemukan nama pengurus struktur PKPI Ngada berbeda dengan data yang ada dalam website KPU RI. Saat itu kami langsung memberitahukan agar segera berkoordinasi internal guna dimasukan data perubahan ke KPU pusat sebelum batas akhir pendaftaran lalu ditampilkan dalam website resmi KPU RI. Tetapi sampai tengah malam pukul nol-nol kami tidak mendapat koordinasi kepastian dari PKPI, sehingga dinyatakan tidak lolos”, tegas Ketua KPUD Ngada, Stanislaus Neke.

Terhadap peristiwa ini Ketua PKPI Kabupaten Ngada, Frederikus Sedu Wea dalam jawaban keterangan Pers kepada sejumlah media di Kota Bajawa (25/07/2018) mengatakan PKPI Ngada sudah melaporkan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Ngada kepada Pengawas Pemilu Kabupaten Ngada.

Dihimpun media di Kota Bajawa, bertempat di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa,  (25/07/2018) mulai Pukul 14.00 WITA Pengawas Pemilu Kabupaten Ngada (Bawaslu) menggelar mediasi bersifat tertutup atas laporan sengketa Pemilu dengan menghadirkan kedua pihak, dintaranya Ketua KPUD Ngada bersama Anggota Komisioner dan juga Ketua Dewan Pimpinan Partai Keadilan Indonesia Cabang Kabupaten Ngada.

Sebagaimana ketentuan berlaku, selanjutnya Bawaslu memiliki agenda dua belas hari kerja penyelesaian sengketa. Dua hari pertama untuk mediasi, selanjutnya sepuluh hari berikutnya untuk proses Ajudikasi. Ajudikasi adalah penyelesaian konflik atau sengketa melalui pihak ketiga, yang mana pihak ketiga ini ditunjuk oleh pihak yang bersengketa guna menetapkan suatu keputusan yang bersifat mengikat dan dalam hal ini adalah Pengadilan. (ad/news)