Home Berita Kader PSI Ende Renold Resi Focus Kembalikan Marwah Perwakilan Rakyat

Kader PSI Ende Renold Resi Focus Kembalikan Marwah Perwakilan Rakyat

446
0

Ende – Sebagai pendatang baru dalam dunia politik, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengedepankan visi Indonesia bercharacter, berkemanusiaan, berkeagamaan, berkeadilan, berkemajuan dengan ditopang sedikitnya empat misi pokok, yakni menggalang kekuatan nasional melalui kepemimpinan politik ideologis, terorganisir dan terstuktur, berikutnya, politik bernilai solidaritas nasional mewujudkan kelanjutan agenda reformasi dan demokratisasi, membangun kembali semangat republikanisme serta mendorong martabat bangsa dalam kancah internasional bebas-aktif, keberadaan PSI di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Ende mendapat penjabaran perjuangan dari kader-kader PSI yang ada di dearah-daerah.

Wawancara singkat salah satu kader PSI Kabupaten Ende, Flores, (28/7/2018) Antonius Renoldis Resi di Kota Ende, kader PSI yang satu ini mengutarakan sejumlah pandangan perubahan sebagai pijakan dalam kiprah perjuangan perubahan dan kemajuan bersama Kabupaten Ende, Flores. Renoldis Resi yang juga masuk dalam bursa Pilcaleg quota PSI kepemimpinan PSI Ende, Awaludin mengungkapkan, pandangan terkait konstruksi Trias Politica dalam berdemokrasi yang harus terus diarahkan kepada penguatan kapabilitas perwakilan dalam bingkai kekuatan marwah Perwakilan Rakyat.

“Hampir bisa dikata selama ini marwah Perlemen Kabupaten Ende dalam potret pelaku system perwakilan mendapat stigma negative di mata masyarakat. Bagi saya, kehadiran PSI dalam berdemokrasi juga untuk memberikan arti pembaharuan dalam tantangan mengembalikan Lembaga Rakyat bermarwah yang berciri kualitas dalam fungsi control, legislasi dan budgeting”, ungkap Caleg PSI Dapil I Nomor Urut 3 Kabupaten Ende, Antonius Renoldis Resi.

Ditambahkan, dalam berbagai kasus yang terjadi, masyarakat atau konstituen dihadapkan dengan lemahnya fungsi pengawasan Lembaga Dewan. Hal ini, kata dia, berakibat langsung kepada lemahnya mutu kinerja dalam berpembangunan yang sedang berjalan bersama bingkai perubahan dan masa depan daerah yang ditargetkan harus bebas dari berbagai ketertinggalan termasuk ketertinggalan dalam aspek penegakan kedaulatan ekonomi, hukum dan berbagai dimensi lain kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan mendasari cara pandang dan tekad pergerakan perubahan ke arah semakin baik, Kader PSI Ende, Renold Resi juga menekankan kapasitas, kapabilitas dan integritas calon anggota legislative merupakan kerangka pemenuhan untuk tidak sekedar maju dalam pentas Pemilu Perwakilan bagi masyarakat. Kebohongan-kebohongan yang dipamerkan kepada publik (logical fallacy) dalam panorama janji calon wakil rakyat, seperti menjanjikan untuk membuat jembatan antar kampung, membuat saluran drainase, meembuat gedung-gedung super megah, kata dia, sesungguhnya adalah pentasan kebohongan yang sungguh menunjukan tidak mengerti terhadap fungsi dan tugas wakil rakyat sesuai amanat regulasi dan fondasi keberadaannya di negara demokrasi ini.

“Saya akan focus pada system anggaran, bukan saja yang bersifat elektronic planning akan tetapi sampai tahaban E-Budgeting, sebab itu perlu dilakukan untuk meminimalis silpa serta menjadi indikator pengawasan kinerja pemerintah dari mafia-mafia proyek ataupun mafia kepentingan yang selalu potensial terjadi di negara-negara demokrasi berkembang”, tambah Renold Resi.

Menurut dia, PSI memiliki modal system yang sangat kuat untuk mengontrol para kader yang terpilih, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah-daerah dengan menggunakan aplikasi yang diadopsi  smart city era Ahok. Jadi, lucifer pun bisa ditata dengan baik jika control terhadap kinerja dibangun dengan sangat memadai dalam pijakan yang ideologis, berkapasitas, integgritas dan memiliki kapabiltas teruji.

PSI Kabupaten Ende berharap, rakyat selaku pemilik sah negeri ini dan penentu aspirasi perwakilan mengutamakan pilih para kader yang maju tidak hanya sekedar untuk bisa menjadi anggota dewan terhormat di setiap daerah dibawah kolom Indonesia tercinta ini. (red/)