Home Berita Bawaslu Ngada : Gugatan PKPI Masuk Fase Adjudikasi

Bawaslu Ngada : Gugatan PKPI Masuk Fase Adjudikasi

332
0

Ngada – Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Ngada melalui Ketua Bawaslu, Bastian Fernandez memastikan proses mediasi gugatan PKPI Ngada terhadap KPUD Ngada berjalan sesuai agenda. Hal ini disampaikan Bastian Fernandez saat dihubungi Wartawan per Telepon (26/7/2018).

“Tadi sudah dilakukan sidang Adjudikasi dengan agenda pembacaan permohonan pemohon dan pembacaan jawaban termohon. Selanjutnya agenda pemeriksaan alat bukti dan saksi”, tegas Ketua Bawaslu Ngada, Bastian Fernandez melalui pesan singkat diterima redaksi.

Diberitakan sebelumnya, PKPI Ngada kecam Komisioner, KPUD balas ungkap kelalaian Parpol. Menurut Ketua PKPI Ngada Frederikus Sedu Wea, pihaknya menduga kuat telah terjadi pelanggaran secara sengaja terhadap hak-hak PKPI Ngada untuk ikut serta dalam pesta demokrasi Pemilu Legislativ Tahun 2019. Penilaian PKPI Ngada, kata dia, didasari materi dan fakta yang dinaikan dalam laporan gugatan terhadap KPUD Ngada. Dia mengakui pada hari pendaftaran terakhir tanggal 17 Juli 2018 ditemukan data struktur PKPI yang dimasukan memang tidak sesuai dengan data Website KPU RI. Hal itu, tambah Fredy Wea, disebabkan oleh adanya perubahan pergantian Pengurus PKPI Kabupaten Ngada dari Ketua PKPI Ngada sebelumnya atas nama Arnoldus Keli Nani yang diduga secara diam-diam hijrah ke Parpol lain. Namun pada tanggal 19 Juli 2018 Website KPU RI sudah mengumumkan adanya pergantian struktur dan komposisi PKPI Ngada dan dilansir secara resmi dalam Website KPU RI.

Terhadap keterangan Ketua PKPI Ngada, Ketua KPUD Ngada Stanislaus Neke membalas tanggapan dengan membuka sejumlah data acuan yang menjadi rujukan KPUD Ngada terhadap keputusan pencoretan PKPI Ngada.

“Pertama, kita ikuti proses gugatan ini dengan menyertai dasar pijakan KPUD berdasarkan aturan main dan bersifat legal. Kedua, kalau saya mengikuti alur SK yang sudah terlambat diluar masa waktu yang sudah diatur secara regulasi, itupun bermasalah. Selanjutnya terjadi ketidaksesuaian susulan atau muncul masalah kedua yakni Nomor SK yang dimuat dalam website KPU RI tidak sesuai dengan nomor SK yang dikantongi PKPI Ngada. Persoalan jadinya akumulasi dan ditimpahkan kepada KPUD. Kami berjalan dengan berpijak pada kebenaran uji materi disertai dasar aturan main. KPUD Ngada juga harus berani memutuskan sesuai instrumen aturan main yang legal berlaku. Jika tidak demikian, sama arti dengan KPUD Ngada diajak untuk keluar dari rel aturan main yang berlaku”, kata Ketua Stanislaus Neke.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Bawaslu Ngada (26/7/2018) sidang pemeriksaan alat bukti dan saksi digelar tanggal 27 Juli 2018, bertempat di ruang lantai dua Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa. Sidang bersifat terbuka untuk umum. Sesuai jadwal yang sudah diturunkan, Pkl. 11.00 WITA sidang pemeriksaan alat bukti dan saksi pemohon, dalam hal ini PKPI Ngada. Berikutnya dilanjutkan Pkl. 16.00 WITA pemeriksaan alat bukti dan saksi termohon, KPUD Ngada. (red/)